Bule Swiss Moana Peluk Islam di Tetebatu Pilih Nama Siti Suraida

WNA asal Swiss bernama Moana resmi memeluk Islam di Tetebatu, Lombok Timur. Ia berganti nama menjadi Siti Suraida setelah tergerak hatinya usai penerbangannya dibatalkan.

PorosLombok.com – Seorang warga negara asing asal Swiss resmi memeluk agama Islam di sela penutupan pemusatan latihan MTQ ke-31 tingkat Provinsi NTB di Desa Tetebatu, Kabupaten Lombok Timur, Senin (25/5/2026).

​Momen sakral tersebut mendapat perhatian luas dari para tokoh agama serta puluhan kafilah yang hadir. Proses perpindahan keyakinan ini berjalan khidmat di tengah agenda resmi daerah yang sedang berlangsung.

​”Lewat Islam aku merasa bisa lebih dekat dengan Allah,” ujar Moana yang kini memilih nama muslimah Siti Suraida.

​Siti Suraida menegaskan bahwa keputusan besar ini murni lahir dari keterpanggilan hati yang mendalam setelah mengenal lingkungan sekitar. Perempuan Eropa tersebut mengaku sangat bersyukur karena pintu batinnya telah terbuka.

​Prosesi penuntunan dua kalimat syahadat dipimpin langsung oleh pejabat teras pemerintah daerah setempat. Sejumlah saksi penting dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an turut mendampingi ritual sakral tersebut.

​”Ini adalah hal yang paling indah yang pernah ada,” katanya.

​Siti Suraida menceritakan bahwa kedatangannya ke wilayah kaki Gunung Rinjani itu sebenarnya terjadi tanpa perencanaan matang. Masalah teknis pada jadwal penerbangan sebelumnya justru menuntun langkah kakinya ke desa wisata ini.

​Ia memandang pembatalan tiket pesawat tersebut sebagai bagian dari skenario spiritual yang sudah diatur oleh sang pencipta. Kekecewaan awal akibat penundaan perjalanan seketika berubah menjadi rasa syukur yang tidak terhingga.

​”Aku merasa ini benar-benar jalan dari Allah,” ujarnya.

​Langkah berani turis asing ini ternyata membawa dampak psikologis yang positif bagi lingkungan internal keluarganya di negara asal. Respons hangat dari kerabat dekat semakin memantapkan posisinya dalam memeluk keyakinan baru.

​Sang ayah yang sebelumnya tidak memercayai keberadaan Tuhan dilaporkan mulai mengalami perubahan pandangan hidup yang signifikan. Komunikasi intensif mengenai ibadah harian mampu menyentuh sisi emosional orang tuanya.

​”Ayahku sangat bangga padaku,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU