Lombok Timur, PorosLombok.com – Masuknya nama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Lombok Timur Drg. Asrul Sani dalam bursa bakal calon Wakil Gubernur mendampingi TGH. Moh Suhaeli Fadil Tohir pada Pilkada NTB 2024 semakin ramai diperbincangkan, apalagi sempat beredar foto-foto kedekatannya dengan Bupati Lombok Tengah dua Periode tersebut di beberapa grop Whatshapp.
Menanggapi Hal itu Drg Asrul Sani mengatakan bahwa pertemuannya dengan Suhaili masih sebatas silaturahim, namun ia menyambut baik jika dirinya masuk dalam bursa bakal calon Gubernur NTB 2024, bahkan ia mengaku sudah bertemu dengan beberapa bakal calon Wakil Gubernur, seperti Dr. Zul, Lalu Iqbal dan beberapa tokoh lainya.
“Apa salahnya kita silaturahmi, karena beliau-beliau ini tokoh-tokoh hebat, apalagi saya salah satu pejabat di Lombok Timur dan sah-sah saja kita bertukar pikiran untuk kemajuan daerah,” ucap Drg Asrul saat ditemui PorosLombok, di ruang kerjanya, Senin (29/04).
Namun ia tidak menampik dalam silaturahmi tersebut tentu ada perbincangan terkait Pilkada dan sebagainya, meski demikian belum bisa disimpulkan bahwa ia akan maju pada Pilgub NTB, apalagi saat ini dirinya masih berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Kalau Bapak (Ali BD-Red) sudah sering mendorong dan bahkan memberi restu untuk maju tapi kita ini kan masih berproses dan butuh pertimbangan yang matang,” akunya.
Disisi lain, Jika nanti dirinya ada nasib untuk maju lanjut Asrul, tidak akan membuatnya kaku dalam kontestasi, mengingat dirinya mempunyai pengalaman pernah ikut bertarung pada Pilkada Lombok Barat beberapa tahun yang lalu sebagai Calon wakil Bupati.
“Jadi kita tunggu saja bagaimana kedepannya, apakah memang akan mengarah ke arah sana atau tidak, yang jelas semua keputusan di tangan kita, apalagi kalau maju Pilgub ini kan harus punya kendaraan Partai Politik,” jelasnya.
Bahkan sampai saat ini belum ada satu Bakal calon Gubenur Pun yang sudah resmi mengantongi rekomendasi dari Partai Politik (Parpol), meskipun mereka bagian dari Parpol tersebut, walaupun ada alternatif lain dengan jalur independen namun menurutnya cukup sulit apalagi waktu yang boleh dibilang cukup mepet.
“Mungkin kalau ditingkat kabupaten/kota bisa saja, tapi kalau tingkat Provinsi cukup sulit kayaknya, apalagi kerja tim kalau pakai jalur ini cukup sulit dikoordinir, kalau lewat partai itukan lebih mudah karena disetiap daerah memiliki pengurus dari tingkat desa sampau tingkat Nasional,”bebernya.
(Arul/PorosLombok)














