Berperan Aktif Bantu Sukseskan Program Stunting Pemerintah, PG NW Terima Penghargaan dari  BKKBN

MATARAM | PorosLombok – Berperan serta dalam melaksanakan program pemerintah, sesuai dengan perpres Nomor : 72 tahun 2021 tentang strategi nasional percepatan penurunan stunting. Persatuan Guru Nahdlatul Wathan dapatkan Penghargaan dari BKKBN.

Ketua Umum Pimpinan Pusat PGNW Ummi Hj. Lale Yaqutunnafis,QH,S.sos,M.M mengatakan, penghargaan tersebut diberikan karena selama ini PGNW telah melaksanakan sejumlah kegiatan, diantaranya, seminar stop stunting anak sehat cerdas ceria, bertempat di hotel aston mataram tahun 2021 yang lalu, yang dimana narasumber pada waktu itu ibu Hj.Dr Niken selaku bunda paud sekaligus ibu gubernur NTB didampingi kepala Dikes provinsi NTB.

“Acara itu dirangkaikan pula dengan penanda tanganan memorandum of understanding (MOU) yang diikuti oleh seluruh kepala sekolah satuan pendidikan dari RA/TK sampai SMA/MA NW se NTB, serta beberapa kepala sekolah TK dan SD,” ucapnya, Jumat (31/05).

Selain dari madrasah NW, MOU itu juga diikuti ketua ormas-ormas wanita NTB, dan PW PGNW NTB,PD PGNW NTB,PC PGNW se NTB sampai tingkat komisariat dan PW PGNW se indonesia.

Kemudian kata wanita yang juga anggota DPRD Provinsi NTB terpilih 2024 ini, pada tahun 2022 Pimpus PGNW kembali menggelar seminar Nasional di hotel Aston mataram dengan kementrian pemberdayaan perempuan dengan tema stop pernikahan usia anak, jauhi narkoba untuk mencapai generasi emas indonesia.

RAKERDA Program Bangga Kencana dan Rapat koordinasi stunting provinsi NTB.

Dijelaskanya, Tujuan dari MOU dengan BKKBN provinsi NTB yaitu untuk mengakselerasi percepatan penurunan stunting di NTB, dan tindak lanjut dari MOU tersebut, PGNW dan tim dari BKKBN provinsi, satgas stunting, IBI, BP3AKB Kab/kota, forum genre berkunjung ke ponpes NW lombok NTB mensosialisasikan apa itu stunting,apa penyebabnya serta akibat dan pencegahannya.

“Kenapa kami ke pondok pesantren untuk sosialisasi stunting?, karena disanalah rumah ke-2 bagi anak-anak yang merupakan SDM indonesia untuk mendapatkan pendidikan, sehingga, mereka wajib harus mengetahui segala hal yang berkaitan dengan baik buruknya pembagunan yang ada di bangsa ini, dengan dinamikanya termasuk adanya  stunting,” ucapnya.

Begitupun dengan para guru, menurutnya sebagai pendidik harus mengetahui serta mengerti apa itu stunting, maka dari itu PGNW dituntut untuk aktif di segala asfek pembangunan, serta harus mengetahui segala masalah di bangsa ini termasuk yang berkaitan dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), pendidikan, kesehatan, ekonomi, infra struktur dan lain  sebagainya, apalagi guru merupakan pencetak generasi berakhlak dan berilmu serta penentu maju atau tidaknya bangsa.

“Bahkan PGNW berkerjasama dengan para kader di posyandu untuk mensukseskan percepatan penurunan stunting,” akunya.

Lebih jauh kata Ummi Lale Yaqutunnafis, PGNW mempunyai program Sambang Pesantren, berkolaborasi dengan BKKBN dan dinas terkait lainnya melakukan aksi nyata dalam upaya menyelamatkan murid/santri yang merupakan estafet pemimpin bangsa menuju generasi emas 2045.

“Lewat sambang Pesantren ini, kami sosialisasi program stop stunting, stop pernikahan usia anak, stop narkoba dan stop bullying,” bebernya.

Selain itu, PGNW juga berkolaborasi dengan Universitas NW Mataram dalam kegiatan KKN, PPKL,PPLK mahasiswa terutama mahasiswa FKIP beserta para dosen dalam  percepatan penurunan stunting di NTB, bahkan para dosen UNW Mataram melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terkait stunting dan telah diterbitkan dalam bentuk jurnal.

Lale Yaqutunnafis mengucapkan terimakasih kepada plt.kepala Perwakilan BKKBN provinsi NTB,Dr.Drs.Lalu Makripuddin ,M.Si, Plt Kepala Drs.Samsul Anam,MPH, kepada pembina wilayah NTB Dr.ir Dwi Listyawaradani,M.sc Dipcom atas penghargaan dari BKKBN provinsi NTB, kepada Pimpinan Pusat PGNW, di acara RAKERDA Program Bangga Kencana dan Rapat koordinasi stunting provinsi NTB.

“Sata atas nama PGNW juga juga mengucapkan Selamat kepada PEMPROV NTB dan Bupati /Walikota se NTB, BKKBN Provinsi NTB dan dinas terkait atas capaian keberhasilan percepatan penurunan angka stunting 8 % di NTB, dari target 14 persen,” imbuhnya.

“Akselerasi dan kolaborasi kita kuatkan untuk mencapai  segala aspek dalam pembangunan NTB menuju NTB Laju melaju,” pungkasnya.

(Arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU