Langkah Cerdas Disnakeswan Lotim untuk Mendapatkan Data Ternak yang Berkualitas

LOTIM – PorosLombok.com || Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur telah menerbitkan SK untuk 225 orang petugas desa binaan. Nantinya para petugas tersebut akan bertanggungjawab terhadap semua kegiatan layanan ternak di desa garapannya.

Untuk mendukung kegiatan di desa, maka setiap mekanisme mulai dari pelaporan dan wilayah kerja harus dispesifikkan. Selama ini Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS) hanya menjangkau sampai di desa saja.

“Kalo ada sampai ke dusun apalagi sampai ke RT, itu akan memiliki kualitas yang lebih baik,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Vetarian pada Dinas Kesehatan Hewan Lombok Timur drh. Hultatang kepada awak media, Rabu (5/6/2024).

Ia memaparkan, ketika petugas desa binaan memberikan layanan mulai dari mendata ternak, pergerakan keluar masuk ternak dan layanan-layanan lainnya akan langsung masuk ke iSIKHNAS.

Dengan jumlah petugas kesehatan hewan (mantri hewan-red) yang terbatas dengan jumlah kurang lebih 100 orang, maka perlu dilakukan sekat-sekat yang nantinya satu petugas akan melayani 2-3 desa.

“Nah petugas ini nanti yang akan mendata secara akurat, terkait ternak-ternak kita. Kita minta nanti kepada petugas kita itu, ketika dia kunjungan ke peternak, dia harus kirim GPS,” imbuhnya.

Dengan sistem itu, maka pihak dinas dapat memantau melalui iSIKHNAS bagaimana sebaran hewan ternak di masing-masing desa, berapa peternak dan berapa layanannya. Sehingga seluruh ternak akan terdata dengan baik.

Dengan adanya layanan tersebut, diharapkan tidak hanya meningkatkan kuantitas saja tetapi juga meningkatkan kualitas layanan. Sehingga akan didapatkan data riil jumlah ternak secara spesifik berapa jumlah yang betina, berapa yang jantan, hingga jumlah betina yang produktif.

“Dengan demikian kita bisa langsung memberikan solusi. Misalnya, kenapa dia (sapi-red) tidak bunting? O ternyata dia gangguan reproduksi, berarti yang dibutuhkan hormon sekian,” jelasnya.

Berbeda pula dengan wilayah yang memiliki populasi kambing yang kerap mengalami gangguan parasit seperti scabies dan sebagainya, maka di daerah tersebut petugas akan memprioritaskan jenis pengobatan yang sesuai dengan kebutuhannya.

“Nah itu yang kita inginkan sebenarnya. Untuk itu kita harapkan seluruh UPT kita untuk mulai bergerak. Kita juga nanti akan mengeluarkan SK Kepala Dinas, terkait dengan wilayah kerja online paramedis/mantri hewan kita ke wilayah kerja layanan yang nanti akan dilaporkan ke iSIKHNAS,” katanya.

Dijelaskan lebih lanjut, nantinya petugas desa binaan yang bukan disiplin ilmu kesehatan hewan akan bekerjasama dengan paramedis kesehatan hewan yang sudah ditentukan wilayah kerjanya di desa. Nantinya dokter hewan akan bertindak sebagai penyelia seluruh paramedis dalam rangka layanan kesehatan hewan.

Program layanan tersebut, lanjut dia, memiliki korelasi dengan upaya Disnakeswan Lombok Timur dalam melakukan pendataan secara masal dan berkesinambungan.

Hal itu dibutuhkan mengingat pergerakan lalu lintas keluar masuk hewan ternak di Lombok Timur sangat tinggi. Setidaknya dalam satu minggu pergerakan ternak sampai tiga kali, yakni hari Senin, Rabu dan Jumat.

Tidak itu saja, dengan adanya layanan tersebut diharapkan petugas dapat melihat potensi di setiap desa yang nantinya dapat ditentukan program yang layak untuk dikembangkan di desa tersebut.

“Kedepan kita harapkan para petugas kita dapat berbaur dan berkolaborasi dengan seluruh kepala desa, dalam rangka membuat program-program strategis, khususnya di peternakan,” harapnya.

Dari itu, diharapkan Pemerintah Desa dapat membantu menyuntikkan anggaran dari Dana Desa, dimana terdapat 20 persen untuk dana ketahanan hewan dan nabati.

“Jangan kita hanya mengharapkan dana dari pusat saja yang satu saat bisa ndak ada. Sehingga kita bikin mekanisme, berapa yang dikasi dari desa, apa program yang layak sesuai dengan kebutuhan peternak yang ada di desa itu,” tandasnya.

Namun semua itu tidak akan bisa diexsplore ketika tidak didukung oleh data yang berkualitas. Data yang berkualitas akan memunculkan solusi yang berkualitas, program yang berkualitas, dan hasil yang berkualitas.

(Anas/PL)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU