Khidmat dan Penuh Nasionalisme, Penurunan Bendera di Lombok Timur Tunjukkan Persatuan

(Lombok Timur, PorosLombok.com) Upacara penurunan bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Lombok Timur berjalan lancar dan khidmat.

Prosesi yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Lombok Timur pada Sabtu sore (17/8) dimulai pukul 16.54 WIB dengan laporan dari Komandan Upacara, I Wayan Sukarsana, kepada Penjabat Bupati H. Muhammad Juaini Taofik yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Setelah laporan disampaikan, prosesi penurunan bendera dilaksanakan oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang bertugas. M. Prabu Royyan, Dias Airlangga, dan M. Ridwan dipercaya sebagai pengibar, sementara Agnini Bihalalika Putri bertugas sebagai pembawa baki pada saat pengibaran. Widia menggantikan posisi pembawa baki saat penurunan bendera berlangsung.

Anggota Paskibraka melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan ketelitian. Setiap gerakan mereka mencerminkan semangat nasionalisme yang tinggi, memastikan bahwa Merah Putih diturunkan dengan penuh kehormatan. Kehadiran para pelajar yang dipilih untuk tugas ini menambah kesan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga semangat kemerdekaan.

Upacara penurunan bendera Merah Putih tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat. Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, tokoh veteran, organisasi wanita, organisasi pemuda, organisasi masyarakat, dan pelajar semua hadir dengan penuh rasa hormat. Kehadiran tokoh-tokoh veteran memberikan nilai tambah bagi acara ini, mengingat mereka adalah saksi hidup perjuangan kemerdekaan.

Peserta upacara terlihat mengikuti prosesi dengan penuh penghormatan dan keseriusan. Walau matahari mulai terbenam, suasana khidmat tetap terjaga dengan baik. Upacara ini seolah menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan tak pernah redup, meskipun dilakukan di sore hari.

Penjabat Bupati H. Muhammad Juaini Taofik mengungkapkan rasa bangganya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam rangkaian upacara tersebut. “Upacara penurunan bendera bukan sekadar formalitas, ini adalah bentuk penghormatan kita kepada pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan. Saya berterima kasih kepada semua yang telah menyukseskan acara ini,” ujarnya di akhir prosesi.

Tak hanya itu, para anggota Paskibraka juga mendapat apresiasi khusus dari Penjabat Bupati. “Kalian adalah contoh bagi pemuda-pemudi bangsa ini. Tugas kalian mungkin terlihat sederhana, tetapi nilai nasionalisme yang kalian tunjukkan sangat luar biasa,” tambahnya.

Usai penurunan bendera, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Doa tersebut menjadi momen refleksi dan rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diraih 79 tahun silam serta harapan agar Indonesia tetap jaya di masa mendatang.

Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam upacara ini menunjukkan kuatnya persatuan di Kabupaten Lombok Timur. Semua yang hadir tampak menghayati arti penting dari upacara ini, terutama dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan zaman yang terus berubah.

Dengan berlangsungnya upacara penurunan bendera ini, rangkaian peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lombok Timur resmi ditutup. Suasana haru bercampur bangga menyelimuti para peserta, yang kemudian secara tertib meninggalkan lokasi dengan tetap mengobarkan semangat kebangsaan.

Para peserta berharap agar upacara serupa di masa depan terus mempertahankan nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh para pendiri bangsa, dan agar generasi muda terus dilibatkan dalam merawat semangat nasionalisme. **

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU