(Lombok Timur,PorosLombok.com) – Di bawah langit biru Lombok Timur, PS Bintang Kejora menorehkan sejarah dengan menaklukkan PS Masbagik dalam final LARPA Cup V. Stadion penuh sesak dengan penggemar yang bersemangat menyaksikan pertandingan yang sarat dengan ketegangan dan emosi. Setiap detik laga berdenyut dengan harapan dan energi yang luar biasa.
Pertarungan ini bukan hanya soal mencetak gol, tetapi juga menampilkan ketahanan mental dan strategi yang matang. Kedua tim bermain hati-hati, saling mengukur kekuatan. Bintang Kejora hampir membuka skor ketika Fadli Abdul Wahab melancarkan tendangan setelah menerima umpan dari Eros, namun keberuntungan belum berpihak dan bola melayang tipis di atas mistar gawang PS Masbagik yang dijaga M. Azwar.
Aksi saling serang terus berlanjut, menampilkan permainan memukau dan membuat penonton terpaku. Setiap serangan balasan membuat jantung berdebar, namun pertahanan kokoh dan ketangkasan penjaga gawang kedua kubu menghalau setiap peluang. Hingga waktu normal berakhir, papan skor tetap menunjukkan angka nol, menambah ketegangan di stadion.
Adu penalti akhirnya menjadi jalan penentu, di mana keberanian dan ketenangan diuji. Helmi, kiper Bintang Kejora, tampil gemilang dengan menyelamatkan beberapa tendangan dari PS Masbagik. Pogba dan Janwar Haris dari Bintang Kejora sempat merasakan tekanan ketika tendangan mereka tak berhasil masuk, tetapi semangat pantang menyerah membawa Bintang Kejora meraih kemenangan 4-3.
Kemenangan ini disambut sorak sorai yang membahana. Saat piala bergilir diserahkan oleh Pj Bupati Lombok Timur, HM Juaini Taofik, kebanggaan membuncah di setiap sudut stadion. Piala ini menjadi simbol dedikasi, kerja keras, dan semangat tim yang tak pernah padam meski menghadapi tekanan.
Selain prestasi tim, penghargaan individu juga diberikan. Jacky Pranata dari Persata Tanjung dinobatkan sebagai kiper terbaik, menunjukkan performa konsisten sepanjang turnamen. Ali Pasha dari PS Masbagik mendapatkan gelar pemain terbaik, sementara Decky Pito dari Aikmel FA meraih predikat pencetak gol terbanyak. Penghargaan ini menambah warna pada turnamen dan memotivasi para pemain untuk terus berprestasi.
Euforia kemenangan meluas ke seluruh komunitas pendukung Bintang Kejora. Fans merayakan kemenangan ini dengan suka cita, memenuhi jalanan dengan nyanyian kemenangan dan kibaran spanduk klub. Keberhasilan ini mengukuhkan Bintang Kejora sebagai simbol kebanggaan lokal, membangkitkan semangat persatuan di antara para pendukungnya.
Kemenangan Bintang Kejora di LARPA Cup V meninggalkan warisan inspiratif bagi generasi muda. Ini adalah bukti nyata bahwa dengan kerja keras, tekad, dan semangat juang tinggi, impian dapat diwujudkan. Prestasi ini menginspirasi para pemuda untuk terus berjuang, percaya pada kemampuan mereka, dan tidak pernah menyerah dalam mengejar bintang impian. Ini adalah momen yang akan dikenang dalam sejarah olahraga Lombok Timur, sebagai pengingat bahwa kemenangan sejati diraih dengan keberanian dan hati yang tulus.
(Arul/PorosLombok)















