(Lombok Timur, PorosLombok.com)– Cabai, khususnya jenis rawit dan merah, menjadi bintang utama dalam Rapat Koordinasi Inflasi Mingguan yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara During, Senin (09/09).
Acara ini dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Lombok Timur, Ahmad Masfu, bersama sejumlah pejabat daerah lainnya. Rapat tersebut menggarisbawahi peran strategis cabai dalam mempengaruhi inflasi di Lombok Timur.
Lombok Timur mencatat Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebesar 4,61%, menjadikannya daerah dengan IPH tertinggi keenam di Provinsi NTB dan ke-351 di tingkat nasional. Cabai rawit dan cabai merah merupakan kontributor utama kenaikan IPH ini. “Kami mengidentifikasi fluktuasi harga cabai sebagai faktor utama yang mempengaruhi inflasi di daerah,” ujar Ahmad Masfu dalam rapat tersebut.
Rapat koordinasi ini menekankan perlunya langkah-langkah strategis untuk menekan dampak inflasi, dengan fokus pada komoditas yang rentan mengalami kenaikan harga. Pemerintah daerah diharapkan menerapkan langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga cabai. “Kami harus bergerak cepat dan tepat untuk menjaga daya beli masyarakat,” tambah Ahmad Masfu.
Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud, menyoroti kenaikan harga cabai rawit di 234 kabupaten/kota pada akhir Agustus, yang berlanjut hingga awal September. “Kenaikan ini menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi dan produksi cabai,” kata Restuardy Daud, menyoroti tren nasional yang serupa.
Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur juga menyoroti komoditas lain seperti minyak goreng dan beras yang mengalami peningkatan harga, namun cabai tetap menjadi fokus utama. “Cabai adalah bahan pokok yang banyak digunakan dalam masakan sehari-hari, sehingga kenaikannya sangat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Rakor Inflasi Mingguan menjadi agenda rutin Kemendagri untuk memastikan setiap daerah dapat merespons isu inflasi secara cepat dan efektif. Dengan perhatian khusus pada cabai, diharapkan kebijakan yang tepat dapat diimplementasikan untuk meminimalisir dampak inflasi di seluruh wilayah Indonesia.
Dengan cabai sebagai pusat perhatian, Lombok Timur menunjukkan keseriusannya dalam mengatasi tantangan inflasi. Melalui pengendalian harga cabai yang efektif, diharapkan stabilitas ekonomi daerah dapat terjaga. “Kami berkomitmen untuk memastikan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” pungkasnya.
(Arul/PorosLombok)














