Harum Berseri Vs Lotim Berkembang Siapa yang Paling Tangguh Melawan Setan Rentenir, Lotim atau Mataram ?

(Lombok Timur, PorosLombok.com) – Tiga tahun silam, Lombok Timur memutuskan untuk memutus lingkaran setan rentenir dengan meluncurkan program Lotim Berkembang. Sebuah langkah berani yang menawarkan kredit tanpa bunga, bertujuan untuk menelurkan pengusaha-pengusaha baru dari kalangan masyarakat miskin. Targetnya jelas: melenyapkan kemiskinan dari bumi Lombok Timur.

Di sisi lain, Kota Mataram tak tinggal diam. Dengan semangat yang tak kalah membara, kota ini memperkenalkan program Harum Berseri. Kolaborasi apik dengan Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syariah (PD MES) Kota Mataram menjadi pondasi dari gerakan ekonomi syariah ini.

Hj. Siti Ma’rifah Ma’ruf Amin, Bendahara PP MES Pusat, hadir di Kota Mataram, Senin (16/09/2024), membawa angin segar dalam pertemuan yang digelar di Aula Pendopo Kantor Walikota. Kehadirannya diharapkan menjadi obor yang menyulut semangat inovasi dan kesejahteraan.

“HARUM: Harmoni, Aman, Ramah, Unggul, dan Mandiri,” ujar Lalu Alwan Basri, Sekretaris Daerah Kota Mataram, penuh semangat. Program Harum Berseri adalah manifestasi dari visi tersebut, sebuah gerakan yang membebaskan masyarakat dari jerat riba dengan pendekatan ekonomi syariah yang berseri-seri.

Inisiatif Harum Berseri menargetkan pemberdayaan ekonomi berbasis rumah ibadah. Sebuah cara cerdas untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam pembangunan ekonomi kota. “Kita ingin pola pemberdayaan ini memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” tegas Alwan Basri.

Lombok Timur dan Mataram kini berdiri di garis depan perubahan, masing-masing dengan strategi unik namun satu tujuan: kesejahteraan masyarakat. Bisakah program-program ini benar-benar menjadi jawaban bagi masalah kemiskinan? Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal pasti, langkah berani ini telah membuka lembaran baru dalam sejarah pembangunan ekonomi di wilayah ini.

Sementara itu, Hj. Siti Ma’rifah Ma’ruf Amin menyampaikan dukungan penuh terhadap gerakan ekonomi syariah di Kota Mataram. Menurutnya, Harum Berseri merupakan contoh nyata bagaimana nilai-nilai agama dapat diintegrasikan dalam pembangunan ekonomi daerah.

“Ekonomi syariah bukan hanya soal bebas riba, tapi juga tentang bagaimana membangun kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap program Harum Berseri dapat menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Indonesia,” ujar Hj. Siti Ma’rifah.

(Arul/PorosLombok).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU