Pelanggaran SOP Penambang Ancam Kelangsungan Hidup Petani Lombok Timur

(Lombok, PorosLombok.com) – Aktivitas penambangan di Lombok Timur kembali menjadi sorotan tajam. Penjabat Bupati Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, menyatakan keresahannya terhadap pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) yang semakin merajalela. Para penambang sering mencuci pasir dan tanah langsung di aliran sungai, yang merupakan sumber utama irigasi sawah para petani.

Juaini Taofik dengan tegas menyatakan ketimpangan kepentingan antara penambang dan petani. “Kepentingan penambang dan petani jelas timpang,” ujarnya. Beberapa waktu yang lalu usai menerima massa Aksi, Senin (30/09).

Ketidakpedulian para penambang galian C ini tidak hanya menjadi ancaman bagi ekosistem, tetapi juga mengancam keberlangsungan pertanian yang menjadi tumpuan hidup masyarakat setempat.

Pemerintah daerah sebenarnya telah berupaya merangkul para penambang dalam sebuah asosiasi untuk mencari solusi yang adil dan berkelanjutan. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Pelanggaran SOP masih saja terjadi tanpa henti, seolah-olah imbauan dari pemerintah hanya dianggap angin lalu. “Penambangan silakan berjalan, tetapi harus patuh SOP,” tegas Juaini.

Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan demi menjaga keseimbangan lingkungan. Sayangnya, tanpa pengawasan yang ketat dan penegakan hukum yang tegas, imbauan ini seolah kehilangan daya.

Para petani kini menuntut keseriusan pemerintah dalam menangani masalah ini. “Kami ingin bertani tanpa takut air sawah tercemar,” keluh seorang petani yang merasa langsung terdampak oleh pencemaran sungai. Mereka berharap ada tindakan nyata yang mampu melindungi mata pencaharian utama mereka.

Warga Lombok Timur pun mendesak adanya tindakan tegas agar penambangan tidak terus mengorbankan kehidupan mereka. Mereka menuntut solusi yang dapat menyatukan kepentingan kedua belah pihak tanpa merugikan salah satunya. Harapan besar di tumpukan pada pemerintah daerah untuk bertindak lebih konkret.

Dengan maraknya pelanggaran SOP, pemerintah daerah dihadapkan pada tantangan besar. Apakah mereka akan mengambil langkah yang lebih tegas dan nyata? Para petani kini menanti jawaban dan aksi nyata yang mampu menjamin kelangsungan pertanian di tengah ancaman penambangan liar.

Situasi ini menjadi ujian bagi kepemimpinan di Lombok Timur. Mampukah pemerintah menjembatani kepentingan penambang dan petani, ataukah masalah ini akan terus menjadi bom waktu yang siap meledak? Hanya waktu yang bisa menjawab, dan para petani berharap jawaban itu datang sebelum semuanya terlambat.

(Arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU