Gempar! Bocah 11 Tahun Tewas Tragis di IPAL Tambak Udang Lombok Timur!

(Lombok Timur, PorosLombok.com) – Muhammad Rendi, bocah 11 tahun, ditemukan meninggal di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) tambak udang milik UD. Sinta King Viktory di Dusun Pekendangan, Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Rabu (9/10) siang. Insiden yang terjadi sekitar pukul 13.30 WITA ini mengejutkan warga setempat.

Penemuan jasad Rendi berawal ketika ia bersama tiga temannya—Reski, Medi, dan Hafis—memancing di Pantai Pekendangan setelah pulang sekolah. Mereka kemudian mencari udang di sekitar IPAL. Medi sempat memperingatkan Rendi untuk tidak turun ke area yang berbahaya karena banyaknya limbah.

Namun, Rendi tetap turun lebih dulu. Tak lama, Medi menyadari Rendi tidak merespons panggilannya. Melihat ke arah Rendi, Medi mendapati temannya itu dalam posisi telungkup dan tidak bergerak. Panik, Medi segera meminta bantuan Arbai Usup, seorang petani yang berada di dekat lokasi.

Arbai dan teman-teman Rendi segera menolong dan membawa Rendi ke Puskesmas Belanting. Sayangnya, nyawa Rendi tak tertolong. Pemeriksaan medis menunjukkan Rendi telah meninggal dunia sekitar satu jam sebelum tiba di puskesmas, dengan kondisi tubuh menunjukkan bibir membiru dan pupil mata melebar.

Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Nikolas Oesman, menyatakan bahwa pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari para saksi di lokasi. “Korban sudah diperingatkan oleh temannya agar tidak turun, namun tetap nekat. Saat ini, kami masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban,” ujar Iptu Nikolas. Namun, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Keluarga Rendi menerima kepergian putra mereka dengan ikhlas dan tidak menuntut visum. Rendi akan dimakamkan pada Kamis (10/10) setelah salat Zuhur di Pemakaman Umum Desa Belanting. Kejadian ini menjadi duka mendalam bagi keluarga dan kerabat korban.

Insiden tragis ini mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak di area berbahaya. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai bahaya bermain di lingkungan yang tidak aman. Diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Peristiwa memilukan ini mengguncang masyarakat sekitar yang turut berduka. Pemerintah Desa Belanting bersama Polsek Sambelia diharapkan meningkatkan pengawasan dan memberikan perhatian khusus pada area berisiko tinggi seperti IPAL dan tambak udang untuk mencegah insiden serupa.

(Arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU