Laga 4K: Mataram dan Lombok Timur Berebut Takhta Kendali Inflasi

(Mataram, PorosLombok.com)– Setahun setelah meluncurkan program “Lombok Timur Berkemajuan”, Penjabat Bupati Lombok Timur, Drs. HM Juani Taofik, berhasil mencatatkan sejumlah capaian positif.

Dengan menerapkan strategi 4K—Kecepatan, Ketepatan, Keramahan, dan Kenyamanan, Lombok Timur berhasil melunasi hutang jatuh tempo dengan tepat waktu dan meraih status Universal Health Coverage dengan cakupan hingga 98 persen.

Di bawah kepemimpinan Juani Taofik, Bumi Patuh Karya ini sukses mengendalikan laju inflasi serta menjaga stabilitas Indeks Perkembangan Harga (IpH). Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain, termasuk Kota Mataram.

Di Mataram, Penjabat Wali Kota Tri Budiprayitno mengadopsi pendekatan serupa dengan strategi 4K yang mencakup Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Strategi tersebut menjadi pijakan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Mataram dalam menjaga inflasi tetap terkendali.

Dalam High Level Meeting TPID Kota Mataram yang digelar Rabu (15/10/2024) di Ruang Kenari Kantor Wali Kota Mataram, Tri Budiprayitno menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap tekanan inflasi menjelang akhir tahun 2024. Walaupun inflasi pada September stabil di angka 1,97 persen, sesuai target nasional 2,5±1 persen, Tri mengingatkan agar tetap waspada, terutama terkait kemungkinan penurunan produksi beras yang dapat memicu inflasi di akhir tahun.

“Kami telah mengadakan Pasar Rakyat sebanyak 20 kali dan Gerakan Pangan Murah 12 kali hingga Oktober ini. Warung Pantasi Mentaram juga telah berjalan baik selama tujuh bulan, membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujar Tri Budiprayitno.

Kota Mataram sempat mengalami deflasi pada Juni dan Juli 2024 akibat penurunan harga komoditas pangan seperti tomat, bawang merah, dan cabai merah berkat musim panen di NTB. Namun, beberapa komoditas seperti emas perhiasan, sewa rumah, dan bahan bakar rumah tangga masih menyumbang inflasi secara tahunan.

“Pengendalian inflasi adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting guna memastikan inflasi di Kota Mataram tetap terkendali dan stabil pada angka 2,5 persen hingga akhir tahun 2024,” tegas Tri Budiprayitno.

Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan Lombok Timur dan Kota Mataram terus memperkuat fondasi ekonomi demi kesejahteraan masyarakat.

(Arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU