Pasca Debat, Paslon RAMAH Kian Moncer, Dukungan Demokrat Makin Solid

Lombok Timur – PorosLombok.com || Pasca dilaksanakannya debat publik antar pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur yang berlangsung pada Rabu malam (30/10), kini tim pemenangan Pasangan Calon Rumaksi – Sukisman Azmy (RAMAH) semakin bertambah semangat dan optimis.

Karena saat berlangsung debat tersebut Paslon RAMAH nomor urut 1 ini secara gamblang dan menguasai panggung dalam penyampaian visi-misi, termasuk komitmen memberikan solusi terhadap pembangun Lombok Timur yang berkelanjutan.

“Kami menyakini usai debat elektabilitas RAMAH semakin moncer. Karena itulah Demokrat semakin solid untuk memenangkan RAMAH,” ungkap Badrin, Kepala Bakomstra DPC Demokrat Lombok Timur, Jumat (01/11/2024).

Menurutnya, semua struktur pengurus dan kader hingga simpatisan Partai Demokrat kian semangat dan fokus bergerak untuk memenangkan Paslon Rumaksi-Sukisman Azmy. Hal itu juga dikuatkan dengan instruksi dari DPP dan arahan langsung dari Ketua DPC Demokrat Lotim.

Terlebih lagi, tambah Angger sapaan akrabnya, bahwa Ketua DPC Demokrat (Amrul Jihadi-red) menjadi ketua Tim Pemenangan RAMAH. “Kami tetap satu komando terhadap keputusan DPP dan arahan ketua DPC Demokrat untuk memenangkan RAMAH,” tegasnya.

Angger membeberkan, saat ini mental seluruh kader Partai Demokrat, tim pemenangan, dan para relawan sedang dalam kepercayaan diri tinggi. Hal itu tak lepas dari kepuasan masyarakat setelah menyaksikan acara debat perdana yang diselenggarakan oleh KPU Lotim.

Sementara disingung terkait Pilgub NTB, Angger tegaskan pihaknya terus bergerak kampanye dan ikhtiar memenangkan Paslon Zulkieflimansyah- Suhaili Fadil Thohir (Zul-Uhel).

Hal itu sesuai dengan keputusan dan interuksi dari keputusan dari DPP Partai Demokrat untuk berjuang dan memenangkan Paslon Zul-Uhel nomor urut 2.

“Kami terus melakukan konsolidasi untuk kita memenangkan Paslon Zul-Uhel,” tandasnya. **

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU