Lombok Timur, PorosLombok.com –Lembaga Amal Zakat Infaq Shodaqoh Wakaf dan Hibah (LAZAH NW) kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan di Dusun Monjet, Desa Surabaya, Kecamatan Sakra Timur, Sabtu (09/11).
Program distribusi air bersih ini menyasar sekitar 500 kepala keluarga di wilayah tersebut. “Kami memahami betapa pentingnya akses air bersih, terutama di tengah situasi kekeringan ini,” ujar Sekretaris PW Lazah NW NTB, Moh. Nawawi Ishaq.
LAZAH NW menyiapkan sekitar 15.000 liter air bersih untuk didistribusikan kepada warga. Meskipun menghadapi keterbatasan donasi, Nawawi menegaskan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin. “Kami berusaha semaksimal mungkin, tetapi donasi yang terkumpul dari masyarakat sangat terbatas,” katanya.
Sekretaris Pimpus LAZAH NW, Ustadz Syukri Safwan, MPd, menyatakan bahwa program ini adalah bagian dari upaya LAZAH NW untuk meringankan beban masyarakat di tengah krisis air bersih yang melanda banyak daerah di NTB. “Kami tidak akan berhenti di sini. Akan ada langkah-langkah lanjutan untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat,” tegasnya.
Syukri juga menekankan pentingnya kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas dampak positif program ini. “Kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak akan sangat membantu misi kemanusiaan ini,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Syukri mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu merealisasikan program ini. “Kami berterima kasih atas segala dukungan yang telah diberikan. Semoga ke depannya, program ini bisa berjalan lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya.
Diharapkan, program bantuan air bersih ini dapat menjadi solusi sementara bagi warga terdampak kekeringan, sembari menunggu langkah-langkah jangka panjang dari pemerintah dan pihak terkait lainnya.
Sementara itu salah satu warga setempat, Iq Salmanmati, yang mengalami dampak kekeringan menyampaikan terima kasihnya kepada LAZAH NW yang membantu air bersih. “Kami sudah 4 bulan mengalami kekeringan, ditambah air sumur yang mengering,” akunya.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia bersama warga yang lain membeli air PAM yang ada di masjid setempat dengan harga Rp.3 ribu per kubik yang dibayar kepada pihak desa.
“Semoga ini menjadi keberkahan, dan kami berharap bantun dari pihak lainnya,”tutupnya.
(Arul/PorosLombok)















