Lombok Timur, PorosLombok.com – Aglomerasi Produk Hasil Tembakau (APHT) di Kabupaten Lombok Timur terbukti memberikan dampak positif dengan peningkatan jumlah lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Kepala Dinas Perindustrian, Azlan, mengungkapkan hal ini dalam pernyataan resmi yang disampaikan baru-baru ini.
Azlan menjelaskan bahwa keberadaan APHT tidak hanya membawa keuntungan ekonomi, tetapi juga meredakan kekhawatiran masyarakat terkait pencemaran lingkungan. Ia menambahkan bahwa saat ini, APHT telah menyerap lebih dari 200 tenaga kerja lokal. “Kami ingin menegaskan bahwa pabrik kami tidak menghasilkan asap, sehingga tidak ada dampak negatif terhadap lingkungan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Azlan mengungkapkan bahwa APHT telah mengubah wajah Kabupaten Lombok Timur. Pendapatan daerah dari APHT tercatat mencapai 78,6 miliar rupiah, dengan proyeksi meningkat menjadi 104 miliar rupiah pada tahun depan. “Dulu, kita hanya dikenal sebagai daerah penghasil tembakau. Namun sekarang, kami bertransformasi menjadi daerah penghasil cukai yang cukup signifikan,” katanya.
Menurut Azlan, peningkatan pendapatan sebesar 28 miliar rupiah bukanlah pencapaian yang mudah. Ia menegaskan bahwa perubahan status daerah ini memberikan banyak manfaat. “Sebagai mantan Kepala Bappenda, saya sangat memahami tantangan dalam mencari pendapatan daerah. Namun, kami memastikan bahwa langkah ini tidak membebani masyarakat,” tegasnya.
Di tengah perkembangan ini, Azlan juga mengingatkan masyarakat untuk tidak khawatir mengenai peredaran rokok ilegal. “Kami ingin menegaskan bahwa rokok ilegal yang berasal dari luar daerah bukanlah kewenangan kami. Namun, kami tetap melakukan operasi secara berkala untuk mengatasi masalah ini,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor industri tembakau. Azlan menutup pernyataannya dengan optimisme, “Kami bertekad agar manfaat dari APHT dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ucapnya.
Dengan langkah strategis ini, Lombok Timur berharap dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memanfaatkan potensi produk lokal secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga untuk menciptakan lapangan kerja serta menjaga lingkungan.
(Arul/PorosLombok)














