Jelang Debat Kedua, Paslon RAMAH dalam Kepercayaan Diri Tinggi

LOMBOK TIMUR – PorosLombok.com || Jelang dilaksanakannya acara Debat Publik kedua antar Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur yang akan digelar oleh KPU pada 19 November 2024, pasangan calon Rumaksi – Sukisman Azmy (RAMAH) dalam kepercayaan diri tinggi.

Ya, wajar saja lantaran calon nomor urut 01 itu sudah memiliki bekal pengalaman memimpin Lombok Timur selama lima tahun terakhir.

Berbekal pengetahuan yang cukup terhadap persoalan di daerah ini membuat sikap positif yang ditunjukkan pasangan RAMAH telah menghadirkan ketenangan dalam menghadapi debat.

Menurut pengakuan H. Rumaksi, pihaknya tidak memiliki persiapan khusus karena ia yakin dengan pengalaman yang ia miliki sudah cukup menjadi dasar pengetahuan.

“Yang jelas tidak ada persiapan khusus, karna kami tau penyakit Lombok Timur dan kami tau obatnya,” ujar Rumaksi saat ditemui di rumah kediamannya, Senin (18/11/2024).

Berkenaan dengan itu, H. Rumaksi menekankan bahwa kedepan pasangan RAMAH akan memberikan perhatian terhadap pengembangan ekonomi kreatif bagi milenial dan Gen-Z.

Selain itu, RAMAH juga akan memberikan perhatian yang sama terhadap kaum difabel berupa bantuan peralatan dan pelatihan untuk menunjang kemandirian perekonomian bagi kelompok tersebut.

Selebihnya, mantan Wakil Bupati yang memiliki peran besar mendampingi HM. Sukiman Azmy dalam membangun Bumi Patuh Karya itu berjanji akan melanjutkan program yang sudah dilaksanakan sebelumnya.

“Misalnya, program beasiswa bagi santri yatim dan program pondok pesantren,” jelasnya.

Adapun terhadap program visi misi era SUKMA yang belum terlaksana, kata dia, akan dituntaskan lima tahun kedepan. Hal itulah yang mendasari pasangan tersebut sehingga mencalonkan diri pada Pilkada tahun ini.

“Pembangunan yang baik itu harus berlanjut, bertingkat dan berjenjang. Itulah kunci sukses sebuah pembangunan,” tutupnya.

(Anas/PL)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU