Desa Montong Betok Rawan Amukan DBD, Warga Harus Waspada!

Lombok Timur, PorosLombok.com – Musim penghujan yang mulai datang berpotensi meningkatkan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur. Salah satu desa yang masuk dalam zona rawan DBD adalah Desa Montong Betok.

Kepala Puskesmas Montong Betok, Ns. Saepul Idris, S.Kep, mengatakan, potensi penyebaran DBD semakin tinggi seiring dengan datangnya musim hujan, khususnya di wilayah yang sudah teridentifikasi rawan seperti Montong Betok.

“Dengan musim hujan yang mulai tiba, potensi penyebaran DBD tentu meningkat, terutama di daerah-daerah rawan seperti Montong Betok,” ujar Saepul Idris kepada PorosLombok.com, Rabu (1/12).

Menurutnya, faktor utama yang mempengaruhi meningkatnya risiko DBD di desa tersebut adalah keberadaan selokan yang kurang terawat, yang menyebabkan terjadinya penumpukan dan genangan air.

“Di Desa Montong Betok, banyak selokan yang tidak terjaga dengan baik, sehingga air mudah menggenang. Ditambah lagi, pemukiman di desa ini cukup padat, yang membuatnya semakin rentan terhadap penyebaran DBD,” ungkap Saepul Idris.

DBD, yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti, merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

“Penyakit ini bisa sangat berbahaya dan bahkan berakibat fatal jika tidak segera diobati,” tambah Saepul.

Untuk itu, pemberantasan nyamuk harus dilakukan sejak dini, dimulai dengan pemusnahan telur atau jentik nyamuk.

Pemberantasan dilakukan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan mengedepankan gerakan 3M Plus, yakni Menguras, Menutup tempat penampungan air, dan Mendaur-ulang barang bekas.

“Gerakan 3M Plus ini sangat penting untuk memutus siklus hidup nyamuk penyebab DBD,” jelas Saepul.

Selain itu, langkah Plus juga mencakup menaburkan larvasida untuk membasmi jentik, memelihara ikan pemakan jentik, mengganti air dalam pot bunga, dan tindakan pencegahan lainnya.

Untuk memantau dan memberantas jentik nyamuk di sekitar rumah warga, dibentuk tim Juru Pemantau Jentik (Jumantik).

“Jumantik memiliki peran yang sangat penting dalam mengedukasi masyarakat dan melakukan pemantauan langsung terkait DBD,” tutur Saepul.

Setiap bulan, para Jumantik yang ada di setiap RT akan melakukan pemantauan langsung dan memberikan edukasi mengenai bahaya DBD.

Melalui kegiatan Jumantik ini, diharapkan dapat memutus rantai hidup nyamuk penyebab DBD dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gerakan 3M Plus guna mencegah penyebaran penyakit yang mematikan tersebut.

“Kami berharap dengan kesadaran masyarakat dan upaya pencegahan yang terus-menerus, kita bisa mengurangi risiko penyebaran DBD di Montong Betok,” tutup Saepul.

(PorosLombok/arul)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Bank NTb

TERBARU