Menanti Arah Baru Pariwisata Lombok Timur di Tangan Pemimpin Baru

Lombok Timur, PorosLombok.com – Pelantikan kepala daerah baru Lombok Timur yang akan digelar pada 10 Februari 2025 mendatang menjadi perhatian besar, terutama bagi sektor pariwisata. Momen ini dianggap sebagai peluang krusial untuk menentukan langkah strategis dan arah kebijakan pariwisata Lombok Timur ke depan.

Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Timur mulai bergerak cepat. Ketua BPPD Lombok Timur, Yogi, mengungkapkan pihaknya telah menjalin komunikasi intens dengan bupati dan wakil bupati terpilih guna membahas program-program pariwisata yang akan menjadi prioritas.

“Kami akan segera mengadakan rapat bersama bupati dan wakil bupati terpilih untuk membahas kebijakan sekaligus menyelesaikan permasalahan di sektor pariwisata. Harapannya, semua permasalahan ini dapat dituntaskan pada tahun 2025,” kata Yogi, Selasa yang lalu (10/12).

Yogi menambahkan, visi dan misi bupati serta wakil bupati terpilih cukup relevan untuk mendorong kemajuan pariwisata. Hal ini menumbuhkan optimisme di kalangan pelaku industri pariwisata dan penyelenggara event.

Sejumlah agenda penting telah disiapkan oleh BPPD untuk menyambut kepemimpinan baru. Pertama, BPPD akan mengumpulkan semua praktisi pariwisata, penyelenggara event, dan pihak terkait pada 20 Desember 2024. Agenda ini bertujuan untuk menyusun kalender event tahun 2025 yang nantinya akan diselaraskan dengan visi dan misi pimpinan baru.

“Kalender event ini akan melibatkan kegiatan berbasis masyarakat, budaya, dan kearifan lokal. Namun, finalisasinya tetap membutuhkan konfirmasi dari bupati dan wakil bupati terpilih,” ujar Yogi.

Selain itu, BPPD juga akan menggelar acara tahunan Anugerah Pariwisata Lombok Timur. Acara ini dirancang untuk memberikan penghargaan kepada para pelaku pariwisata yang telah berkontribusi besar dalam pengembangan sektor tersebut.

Tidak hanya itu, pada 13 Desember 2024, BPPD akan menyelenggarakan nonton bareng video dokumenter berjudul Prasasti Sakit. Video ini mengangkat edukasi sejarah Lombok Timur dan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya.

“Kami berharap bupati dan wakil bupati terpilih juga bisa hadir dalam acara ini untuk mendukung upaya merawat sejarah dan budaya lokal,” kata Yogi.

Sebagai bagian dari refleksi akhir tahun, BPPD juga akan menyelenggarakan Ekskul Expo. Acara ini menjadi ajang pertemuan seluruh sektor pariwisata di Lombok Timur untuk mengevaluasi capaian tahun ini sekaligus merancang strategi kolaborasi untuk tahun mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai pihak akan menentukan langkah strategis untuk tahun 2025. Laporan kegiatan, skema program, dan capaian yang telah diraih juga akan dipresentasikan sebagai panduan tematik bagi pengembangan pariwisata di tahun berikutnya.

Terkait kebijakan dan anggaran, BPPD saat ini sedang mempersiapkan dialog mengenai Surat Keputusan (SK) kalender event 2025. Menurut Yogi, keputusan mengenai pola dan prioritas event berada di tangan bupati dan wakil bupati terpilih.

“Kalender event harus diluncurkan paling lambat awal tahun 2024 agar semua pihak bisa menyusun rencana dengan matang. Apakah SK ini akan diterbitkan di akhir tahun ini atau awal tahun depan, semua tergantung keputusan pimpinan baru,” jelasnya.

Yogi juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan para pelaku pariwisata. Ia optimistis visi-misi kepala daerah terpilih yang menjadikan pariwisata sebagai sektor prioritas akan membawa dampak positif bagi Lombok Timur.

“Pariwisata Lombok Timur memiliki potensi besar. Dengan dukungan penuh dari pimpinan baru, kami yakin sektor ini dapat menjadi pilar utama ekonomi daerah,” ujarnya.

Kini, semua mata tertuju pada pelantikan kepala daerah baru. Langkah konkret dan arah kebijakan mereka di sektor pariwisata akan menjadi penentu masa depan pariwisata Lombok Timur.

(Arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU