Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata, Ribuan Guru Ngaji dan Marbot di Lotim Dilindungi BPJS

Pemkab Lombok Timur bersama Baznas dan BPJS Ketenagakerjaan memperluas jaminan sosial bagi ribuan pekerja rentan seperti marbot, guru ngaji, hingga RT.

PorosLombok.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur di bawah kepemimpinan Bupati H. Haerul Warisin mulai memperluas jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan pada Jumat, (14/08/2026).

“Mungkin kalo kita menghitung di NTB jumlah marbot yang paling banyak pasti Lotim. Nah inilah yang menjadi perhatian pemerintah, marbot adalah petugas yang melayani masyarakat. Kemudian guru ngaji adalah petugas juga yang membantu pemerintah dalam hal menjaga dan memberikan ilmu pengetahuan kepada generasi anak didik, jadi tugasnya sangat berat dan mulia,” katanya.

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menambahkan bahwa langkah ini diambil karena para abdi masyarakat tersebut berada di garis depan pelayanan namun kerap luput dari perhatian jaminan masa tua.

“Kalo misalnya sekarang marbot, berapa sih gaji marbot, upah yang diambil oleh marbot itu. Ketika dia meninggal dunia itu ndak ada gaji pensiunnya, makanya itulah ini jadi gaji pensiunnya. Pensiun hilang nafas ya, hilang nafas itu jadi pensiunnya,” ujarnya.

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menjelaskan program perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan ini berfungsi sebagai santunan duka bagi keluarga yang ditinggalkan oleh peserta.

“Imbauan kami kepada seluruh elemen masyarakat agar proaktif mengikuti pendataan Perlindungan Sosial yang sedang berlangsung di tingkat desa atau kelurahan agar program perlindungan pemerintah ini tepat sasaran,” jelasnya.

Transisi penganggaran ini diperkuat oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur yang dikomandoi oleh Ketua Baznas H. Muhammad Kamli melalui optimalisasi dana zakat umat.

“Baznas berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam menyukseskan percepatan penanganan kemiskinan ekstrem berdasarkan data desil 1 dan desil 5 di Lombok Timur,” katanya.

Ketua Baznas Kabupaten Lombok Timur H. Muhammad Kamli merinci bahwa ribuan pekerja rentan telah tercatat resmi sebagai penerima manfaat pada tahap awal realisasi program ini.

“Pada tahap awal ini, sebanyak 1.087 orang telah terdaftar sebagai penerima manfaat jaminan perlindungan sosial yang terdiri dari 664 guru ngaji, 124 marbot, serta puluhan ketua RT dan kepala lingkungan,” ujarnya.

Ketua Baznas Kabupaten Lombok Timur H. Muhammad Kamli memaparkan bahwa distribusi tersebut baru mencakup sebagian wilayah dari total target keseluruhan kecamatan di daerah.

“Penyaluran tahap pertama ini mencakup 14 kecamatan, yaitu Aikmel, Sakra Barat, Keruak, Masbagik, Pringgabaya, Sakra Timur, Sikur, Sukamulia, Suela, Terara, Selong, dan Labuhan Haji,” jelasnya.

Ketua Baznas Kabupaten Lombok Timur H. Muhammad Kamli juga menyebutkan bahwa cakupan perlindungan turut diberikan kepada tenaga pendidik keagamaan honorer murni dengan masa pengabdian panjang.

“Selain itu, Baznas Lombok Timur juga telah menyalurkan perlindungan jaminan sosial kepada 1.200 guru madrasah honorer murni dengan masa kerja antara 10 hingga 35 tahun,” terangnya.

Proses penyerahan kartu kepesertaan secara simbolis dilakukan langsung oleh Bupati Lombok Timur bersama pimpinan Baznas dan BPJS Ketenagakerjaan setempat.

“Mudah-mudahan apa yang telah kami lakukan dan upayakan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi saudara-saudara kita yang telah mengabdikan dirinya untuk masyarakat Lombok Timur,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU