Lombok Timur, PorosLombok.com– Warga Dusun Lendang Tunten, Desa Pringga Jurang, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, diguncang oleh peristiwa tragis. Seorang pria berusia 26 tahun, inisial P , ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri di kamar mandi rumahnya, pada Jumat (27/12) sekitar pukul 19.10 WITA.
Penemuan mayat P bermula dari kecurigaan pacarnya, inisial IA (26), yang merasa khawatir karena tidak mendapatkan kabar dari P sejak sore hari. Ketika Indah bergegas menuju rumah korban, ia terkejut saat menemukan P tergantung dengan tali nilon yang diduga digunakan untuk menjemur pakaian.
Informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian menyebutkan, P adalah warga setempat. Dalam penyelidikan, pihak kepolisian mencatat beberapa saksi, termasuk HR (50), ibu kandung korban, serta MI (20) Sp (48), dan JM (47), yang merupakan tetangga korban.
Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Nikolas Oesman, menjelaskan bahwa penemuan mayat P terjadi setelah Indah merasa cemas. Sebelumnya P sempat menghubungi IN melalui WhatsApp. Dalam pesan tersebut, ia mengaku terjebak dalam utang sebesar Rp300 juta akibat judi online dan meminta bantuan untuk mencari pinjaman guna melunasi utangnya.
“IN terakhir berkomunikasi dengan P pada pukul 18.29 WITA, namun tidak mendapatkan balasan. Kecemasan ini mendorongnya untuk mendatangi rumah korban,” jelas Iptu Nikolas, Sabtu (28/12).
Setibanya di rumah, Indah segera mencari P dan menemukan tubuhnya dalam kondisi mengenaskan di kamar mandi. Teriakan IN pun mengundang perhatian tetangga, termasuk HR yang langsung histeris saat mengetahui kondisi anaknya.
Keluarga korban meyakini bahwa tindakan bunuh diri ini merupakan hasil dari tekanan berat akibat utang yang melilit P Mereka mengaku telah mengikhlaskan kepergian sang anak dan menganggap peristiwa ini sebagai musibah yang tidak terhindarkan.
Polres Lombok Timur telah mengambil langkah-langkah untuk menangani kasus ini dengan serius. Tim kepolisian segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan petugas Puskesmas Montong Betok untuk penanganan medis.
Tim INAFIS Polres Lombok Timur juga dilibatkan untuk melakukan olah TKP. Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya dukungan mental dan sosial bagi mereka yang menghadapi tekanan hidup.
(Arul/PorosLombok)
















