Mataram, PoroLombok.com – Polresta Mataram menegaskan komitmennya untuk mendukung suksesnya program penanaman jagung serentak satu juta hektare yang digagas oleh Mabes Polri.
Program ini, yang akan dimulai pada 21 Januari 2025, bertujuan mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kapolresta Mataram, Kombes Pol. Dr. Ariefaldi, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa program ini melibatkan 423 Polres di seluruh Indonesia.
Di NTB, Polresta Mataram akan berperan aktif dalam mengelola sebagian dari total lahan yang disiapkan, yakni 1.723.722,70 hektare. Polresta Mataram, bersama Polda NTB, berkomitmen untuk memastikan agar seluruh lahan yang disiapkan digunakan dengan efektif untuk penanaman jagung.
“Wakapolda NTB sudah mengingatkan agar lahan yang sudah disiapkan tidak dialihkan untuk menanam komoditas lain, seperti padi,” kata Ariefaldi.
Ia juga menambahkan bahwa Polda NTB telah menyiapkan sekitar 3,18% dari total target lahan yang diberikan Kementerian Pertanian, yakni 7.888,85 hektare.
Kombes Ariefaldi menjelaskan, untuk memastikan kelancaran program ini, Polresta Mataram telah mengikuti rapat koordinasi nasional yang digelar secara virtual pada 4 Januari 2025.
Rapat tersebut dipimpin oleh Waka Posko/Koordinator SSDM Polri Brigjen Pol. Langgeng Purnomo, yang diikuti oleh seluruh Polda dan Polres di Indonesia.
Program penanaman jagung serentak ini, menurut Ariefaldi, bukan hanya untuk mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan produksi jagung di seluruh Indonesia.
Melalui program ini, diharapkan dapat memberikan manfaat signifikan bagi perekonomian masyarakat lokal, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Dengan koordinasi yang baik antara Polresta Mataram, Polda NTB, dan instansi terkait, kami optimis target penanaman jagung dapat tercapai sesuai rencana,” tambahnya.
Kapolresta Mataram juga menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung penuh keberhasilan program ini, yang diyakini akan memberikan dampak positif bagi ekonomi daerah dan ketahanan pangan Indonesia.
“Kami siap mendukung sepenuhnya demi keberhasilan program ini,” tutup Ariefaldi. ***














