PorosLombok.com – Kopi sering menjadi pilihan untuk meningkatkan energi dan menghilangkan kantuk. Selain memberikan efek stimulan, kopi juga mengandung antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, kapan waktu terbaik untuk menikmati kopi agar manfaatnya optimal?
Menurut ahli diet Anthony DiMarino, waktu terbaik untuk minum kopi adalah antara pukul 09.30 hingga 11.00 pagi. Pada jam tersebut, kadar hormon kortisol tubuh—yang berfungsi menjaga kewaspadaan—mulai menurun. Minum kopi pada waktu ini dipercaya dapat membantu tubuh tetap fokus dan berenergi.
Bagi yang merasa lesu di siang hari, kopi juga bisa diminum sebelum atau sekitar pukul 12.00 siang. Hal ini terutama bermanfaat bagi mereka yang tidak memiliki waktu untuk tidur siang, karena kopi dapat membantu menjaga produktivitas hingga sore.
Batasi Asupan Kafein
Meski bermanfaat, konsumsi kopi sebaiknya tidak berlebihan. Berdasarkan rekomendasi Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), batas konsumsi kafein harian untuk orang dewasa adalah 400 miligram, atau setara dengan empat cangkir kopi.
Ibu hamil disarankan untuk membatasi konsumsi kafein hingga maksimal 200 miligram per hari. Jumlah ini mencakup kafein dari berbagai sumber, seperti teh, cokelat, minuman bersoda, dan minuman energi.
Efek konsumsi kafein berlebihan bisa berupa gangguan tidur, kecemasan, hingga detak jantung yang tidak teratur. Oleh karena itu, penting untuk mengatur jumlah konsumsi kafein agar tetap aman dan bermanfaat.
Sesuaikan dengan Respons Tubuh
Setiap individu memiliki toleransi yang berbeda terhadap kafein. Beberapa orang merasa cukup dengan satu cangkir kopi, sementara yang lain mungkin membutuhkan lebih banyak. Penting untuk memahami bagaimana tubuh Anda merespons kafein agar waktu konsumsi kopi bisa disesuaikan dengan kebutuhan harian Anda.
Waktu terbaik untuk minum kopi bergantung pada kebutuhan tubuh masing-masing. Namun, secara umum, periode antara pukul 09.30 hingga 11.00 pagi atau sebelum pukul 12.00 siang dianggap ideal untuk menjaga energi dan fokus.
Kopi bisa menjadi pendamping aktivitas sehari-hari, asalkan dikonsumsi dengan bijak dan tidak melebihi batas aman. Dengan begitu, manfaat kesehatan dan energinya dapat dirasakan secara maksimal.
Redaksi | PorosLombok
















