Lombok Timur, PorosLombok.com– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus digaungkan ke berbagai daerah. Kali ini, DPR RI bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program tersebut di Selong, Lombok Timur, Sabtu (9/2).
Acara ini dihadiri sekitar 300 warga dan melibatkan sejumlah pejabat, termasuk perwakilan Anggota Komisi IX DPR RI Muazzim Akbar, Ketua Komisi II DPRD Lombok Timur Baidullah, serta perwakilan BGN Imam Bachtiar F.
Sosialisasi ini bukan sekadar seremonial. Pemerintah ingin memastikan bahwa masyarakat memahami pentingnya gizi yang cukup untuk mencetak generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas.
“Presiden Prabowo sangat konsen dalam pembangunan nasional, termasuk kesehatan dan gizi masyarakat. Program ini adalah salah satu langkah konkret menuju Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera,” ujar Muazzim Akbar dalam sambutannya.
Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam pemenuhan gizi, terutama terkait stunting, gizi buruk, dan keterbatasan akses pangan bergizi. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir untuk menjawab masalah ini dengan menyediakan asupan makanan sehat bagi anak-anak dan ibu.
“Gizi yang baik adalah fondasi utama bagi sumber daya manusia yang unggul. Stunting dan gizi buruk bukan hanya soal kesehatan, tapi juga masa depan bangsa,” tegas Muazzim.
Sebagai anggota DPR RI yang membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan, Muazzim menyoroti pentingnya program ini sebagai investasi jangka panjang bagi Indonesia.
“Indonesia diproyeksikan memiliki populasi muda yang besar pada 2045. Jika generasi ini tidak mendapat asupan gizi yang cukup, bagaimana kita bisa bersaing di tingkat global?” lanjutnya.
Dalam mendukung program ini, pemerintah membentuk Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga non-kementerian yang fokus pada pemenuhan gizi masyarakat. Lembaga ini diharapkan dapat mengintegrasikan berbagai program gizi secara efektif dan berkelanjutan.
“Saya mengapresiasi langkah pemerintah dalam membentuk BGN dan meluncurkan MBG. Namun, tugas kita tidak berhenti di sini. Sosialisasi seperti ini harus terus dilakukan agar masyarakat dan pemangku kepentingan memahami peran penting gizi dalam pembangunan bangsa,” tambah Muazzim.
Dalam sesi penutupan, Muazzim mengajak semua pihak untuk ikut berperan aktif dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis ini.
“Saya berharap masyarakat bisa memanfaatkan program ini dengan baik. Dengan perbaikan gizi, kualitas kecerdasan anak bangsa ke depan akan semakin baik,” harapnya.
Sosialisasi ini menjadi langkah awal yang penting. Jika program ini berjalan maksimal, Indonesia bisa memiliki generasi emas yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di panggung dunia pada 2045.
Redaksi | PorosLombok.com














