MBG untuk Full Day School

Oleh Dr. Mugni Sn., M.Pd.,M.Kom.
(Direktur Cendekia Institut)

OPINI – PorosLombok.com || Prof. Muhadjir Efendi menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menggantikan  Anis Rasyid Baswedan saat kurikulum 2013 (K-13) sedang berjalan. K-13 pada dasarnya menekankan pentingnya membangun karakter peserta didik. Untuk terbangun karakter peserta didik maka mereka harus lebih lama di sekolah. Prof. Muhajir yang berlatar belakang Muhammadiyah menggulirkan ide dan gagasan dengan istilah full day school. Anak sekolah satu hari penuh di sekolah. Ide dan gagasan ini mendapat tanggapan pro dan kontra yang luar biasa sehingga ide/ gagasan/konsep berilian ini urung dijalankan dan tertelan  waktu sampai Pak Menteri mengakhiri masa jabatannya pada era pertama pemerintahan Presiden Jokowi.

Dalam Mugni (2015) ditegaskan  bahwa, transpormasi Kurikulum 2013 (K-13) dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikkan (KTSP)  yang dikenal juga dengan Kurikulum 2006 karena KTSP  kontennya kurang menekankan unsur afektif atau pengembangan  karakter peserta didik. Sementara K-13 tekanannya pada pembentukan/pengembangan  karakter peserta didik. Dalam implementasi dari pembentukan karakter maka  peserta, didik harus dinilai secara, individual. Format laporannya tidak lagi dengan angka-angka kuantitatif tetapi dengan narasi atau kualitatif.  Untuk bisa memberikan penilain yang holistik maka peserta didik harus lebih lama berada di sekolah. Alokasi waktu berada di sekolah ini menjadi peluang bagi guru untuk bisa memperhatikan karakter peserta didik secara individual. Ini di antara lain alasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menggelindingkan konsep/ide/gagasan fullday school.

Fullday school ini konsepnya peserta didik berada di sekolah dari jam 7 sampai dengan jam 17.00. Peserta didik yang muslim menunaikan dua sholat di sekoah  yakni sholat zohor dan sholat ashar. Dengan waktu lebih lama di sekolah peserta didik bisa juga dibiasakan untuk sholat duha. Banyak karakter yang bisa terbangun /termonitor dengan anak-anak lebih lama di sekolah. Misalnya saat sholat bagaimana anak-anak antri berwudhu atau bagaimna anak-anak menjaga wudhu dari sholat duha sampai sholat zohor sampai ashar atau zohor ke ashar. Bagaimana anak-anak antri saat makan. Bagaimana anak-anak saat bermain, dan seterusnya. Bahkan banyak konsep yang bisa didesain untk membina/membangun karakter peserta didik.

Banyak yang kontra dengan konsep fullday school, termasuk dari pesantren. Pesentren berpendapat mengambil hak pesantren untuk penyelenggaraan diniyah di sore hari. Ada juga yang mempertanyakan bagaimana makannya? Haruskah anak-anak membawa bekal  untuk makan siang. Ini akan meribettkan anak-anak ataukah dimasakin di sekolah wali murid, membayar. Tidak semua wali murid punya uang. Ada yang mempersoalkan di mana anak-anak sholat dan lain-lain  argumen penolakan.

Makan Siang Gratis  untuk anak sekolah salah satu program utama yang ditawarkan oleh pasangan capres dan cawapres 2024 -2029,nomor urut 2. Sang kadidat nomor urut 2 Bapak  Prabowo Subiyanto – Gibran Raka Buming Raka keluar sebagai pemenang dengan presentasi kemenangan 58 ℅. Kemenangan ini bisa jadi karena daya, tarik makan siang gratis yang dijanjikan. Kemenangan sudah diraih dan janji harus ditunaikan dalam bentuk program kegiatan/pembangunan.

Program makan siang gratis sebagai salah satu program unggulan terus dimatangkan pelaksanaannya dengan menyediakan angarannya pada  APBN 2025 yang disusun pada 2024 era terakhir Presiden Jokowi. APBN 2025 telah menyiapkan 70 triliun untuk makan siang gratis. Untuk realisasi program ini pemerintah membentuk Badan Gizi Nasional. Lembaga inilah yang menjadi leading sektor pelaksanaan makan siang gratis program prioritas presiden. Dalam implementasi program ini diistilahkan dengan  Makan Bergizi Gratis (MBG). Pelaksanaan  Makan Bergizi Gratis (MBG) diawali dengan pembentukan dapur umum. Dapur-dapur  umum dipertangungjawabkan oleh TNI/POLRI, Koperasi, dan lain-lain. Satu dapur untuk menjangkau 3.000 siswa atau penerim  manfaat termasuk ibu hamil dan anak  balita. Untuk tahap awal perioritas utama penerima manfaat adalah anak-anak sekolah dari tingkat TK, SD, SLTP, dan  SLTA.

Pelaksanaan MBG secara nasional dimulai Senin 6 Januari 2025. Dalam pencanangan dimulainya MBG ada 26 propinsi yang menjadi sasaran dan belum   termasuk NTB. Secara bertahap seluruh anak di seluruh negeri akan menjadi sasaran. Pada akhir masa jabatan presiden 2029 diprediksi sekitar 81 juta anak sekolah akan menerima manfaat program MBG.

MBG telah ranning dan akan menyasar seluruh anak sekolah di seluruh negeri jadi soal makan siang untuk anak sekolah untuk fullday school sudah terjawab dan tidak ada soal. Bagi pihak-pihak yang kontra dengan ide fullday school ide Prof Muhajir telah teratasi. Fullday school untuk masuk siswa, seperti yang sedang berjalan tapi pulangnya jam 17.00. Realisasi fullday school dapat berimplikasi pada pengurangan hari sekolah dari 6 hari menjadi 5 hari sekolah. Dengan 5 hari sekolah maka 2 hari anak-anak sekolah dapat mengikuti diniyah untuk anak-anak muslim untuk menjawab kontra dari kalangan pesantren. Program diniyah atau istilah lain bagi agama non muslim   dapat dijadikan program wajib bagi anak-anak sekolah. Program ini harus dimasukan dalam lapor hasil belajar dengan Kurikulum 2013 (K-13). Teknis pelaksanaanya pada pagi atau sore hari. Libur anak sekolah bisa diatur menjadi Jumat dan Ahad. Anak-anak muslim diniyah pada Jumat dan Ahad. Mereka bisa lebih awal untuk naik ke masjid sebagai aktualisasi pelajaran diniyah yang diperoleh.

Kontra tentang tidak tersedia musholla yang cukup bagi siswa untuk meninaikan  2 sholat di sekolah yakni sholat zohor dan sholat ashar dapat diatasi dengan menjadikan semua ruang di sekolah menjadi musholla. Bukan Rasulullah telah bersabda bahwa semua tempat di jagat ini adalah masjid  (tempat sujud/sholat) kecuali kuburan dan kamar mandi. Dengan demikian ruangan-ruangan di sekolah seluruhnya dapat didesain menjadi tempat sholat. Caranya dengan mengubah desain meja belajar siswa. Siswa tidak perlu lagi berkursi atau berbangku. Siswa belajar ala masjidil kharam  atau ala mahad NW  atau Pesantren Cendekia NW Aikmel kalau di Lombok dengan bersila disertai meja kecil. Bersila konsekuensinya buka sepatu. Dengan buka sepatu semua ruangan jadi bersih dan bisa digunakan untuk sholat. Saat waktu sholat tiba meja kecil digeser ke pinggir dan langsung sholat jamaah di ruangan masing-masing dan anak-anak  berlatih giliran jadi imam sholat. Naik ke ruangan  sekolah buka sepatu sekolah jadi bersih. Sapatu dibuka dijejerkan dengan rapi di depan kelas dibuatkan tempat khusus untuk mendesain pembentukan karakter siswa.
Untuk menyederhanakan proses penyediaan/penyiapan MBG maka penanggung jawab dapur bisa dikembalikan ke sekolah masing-masing. Dapur disiapkan oleh ibu-ibu kantin atau ibu-ibu PKK yang ada di desa tempat sekolah berdiri. Ini juga untuk memaksimalkan pemberdayaan potensi lokal sebagai sumber bahan-bahan MBG. Seluruh bahan harus diambil dari pontensi desa-desa tempat sekolah berdiri dan ibu-ibu PKK bisa menginventaris dan menemukan potensi-potensi lokal untuk bahan-bahan MBG. Di samping mengurangi sampah plastik sebagai bahan sajian karena bisa langsung prasmanan/disajikan dengan piring. Memberdayakan ibu-ibu kantin dan ibu-ibu PKK akan menghemat transportasi dan memberdayakan potensi dan tenaga kerja lokal. MBG bukan hanya untuk kecukupan gizi pserta didik untuk menjadi anak cerdas tetapi juga harus menjadi anak yang bermulti karakter positif salah satu caranya mengeksekusi ide/konsep/gagasan  fullday school sekaligus anggarannya ditambah dengan mengikutsertakan pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah  sebagai penerima manfaat MBG. Wallahuaklambissawwab.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU