Mataram, PorosLombok.com – Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal mengungkapkan fakta miris terkait kondisi penderita kanker di daerahnya. Menurutnya, masih banyak warga yang baru memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan saat penyakitnya sudah dalam kondisi parah atau stadium lanjut.
Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi dan silaturahmi dari Pengurus Pusat Yayasan Kanker Indonesia (YKI) di ruang kerjanya, Kamis (23/05).
“Banyak masyarakat kita yang baru sadar periksa saat kondisinya sudah sangat buruk. Kesadaran untuk deteksi dini masih rendah,” ujar Miq Iqbal sapaan akrabnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menekankan pentingnya edukasi dan pendampingan mental bagi para penderita kanker. Menurutnya, aspek psikologis sering kali terlupakan padahal sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan.
“Penanganan kanker bukan cuma soal medis. Psychological healing itu penting, karena kalau mentalnya kuat, semangat hidupnya juga ikut bangkit,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum YKI, Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo menjelaskan bahwa YKI hadir untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kanker, mulai dari pencegahan hingga penguatan pemahaman soal perawatan paliatif.
“Kami ingin masyarakat memahami pentingnya hidup sehat, deteksi dini, serta pengelolaan emosi dan mental. Semua itu satu paket,” jelas Prof Aru.
YKI sendiri, kata dia, telah berdiri sejak 1977 dan kini memiliki 126 cabang yang tersebar di 101 kabupaten/kota dan 25 provinsi. YKI Provinsi NTB mulai aktif sejak 2021 dan terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah.
“Kami prihatin dengan tingginya kasus kanker di NTB. Karena itu, kami ingin bersinergi lebih intens agar edukasi bisa menjangkau semua lapisan masyarakat,” pungkasnya.
(Redaksi/PorosLombok).

















Ijin kirimkan alamat kantor YKI cabang NTB Ya KK Mimin…