Kadis Perpustakaan Lotim : Donasi Buku untuk Tambah Koleksi dan Amal Jariyah

LOMBOK TIMUR – PorosLombok.com || Gedung Layanan Dinas Perpustakaan  dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Lombok Timur cukup megah dengan luas 1.779 m2 berkonstruksi lantai tiga. Di gedung inilah pelayanan perpustakaan dilaksanakan.

Seluruh masyarakat yang ingin mendapat pelayanan perpustakaan dijalani di gedung ini. Menurut Dr H. Mugni, M.Pd, kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Timur, bahwa layanan perpustakaan itu bertugas pendaftaran anggota baru dengan pembuatan kartu anggota, peminjaman, dan pengembalian buku, aktivitas membaca dan berdiskusi.

“Di gedung layanan ini ada tersedia ruang diskusi untuk jumlah yang terbatas, maksimal 20 orang,” kata Dr. Mugni, Senin (2/6/2025).

Untuk jumlah yang peserta yang lebih besar semisal acara seminar, bisa menggunakan aula perpustakaan di gedung lama. Baru-baru ini, yakni pada hari Sabtu, 31 Mei 2025, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Hamzanwadi menggunakan aula tersebut untuk acara seminar dan launching buku.

Karna itu, Dr. Mugni juga mengajak mahasiswa dari kampus yang lain untuk memanfaatkan aula perpustakaan yang ada, “Ayok mahasiswa-mahasiswa dari kampus yang lain juga, gunakan/ramaikan aula perpustakaan dengan kegiatan keilmuan,” serunya.

Dikatakan Dr. Mugni, kegiatan-kegiatan keilmuan seperti diskusi, seminar, launching buku dan lain-lain merupakan strategi untuk meramaikan perpustakaan dan mencapai target suatu hari ada 300 orang yang akan berkunjung ke perpustakaan.

Pertemuan -pertemuan ini, menurut kadis yang murah senyum ini, sebagai ikhtiar untuk menunaikan janji kepada Bupati Lombok Timur saat peresmian gedung layanan pada 22 Mei 2025 lalu, bahwa satu hari nanti 300 orang akan berkunjung ke perpustakaan.

Selain itu, kegiatan serupa untuk meningkatkan daya tarik masyarakat berkunjung ke perpustakaan, tentu karena memadainya koleksi buku yang tersedia di perpustakaan.  Saat ini koleksi buku di perpustakaan baru ada 23 ribu judul dengan 46 ribu eksemplar.

Masih menurut Dr. Mugni, bila dibandingkan dengan luas ruangan layanan untuk ruang koleksi dan ruang baca, jumlah ini masih sangat sedikit. Kita harus bisa mendorong menjadi empat kali lipat minimal. Dirinya berharap dimana setiap tahun kedepan, harus ada alokasi anggaran dari APBD untuk menambah koleksi buku.

“Kita melihat jumlah masyarakat Lombok Timur yang 1,4 juta, maka kita harapkan anggaran pengadaan koleksi baru tiap tahun minimal satu miliar. Seperti tahun ini ada anggaran pengadaan koleksi 400 juta untuk 800 judul dengan 4000-an eksemplar,” ungkap kadis yang merupakan akademisi ini.

Untuk dimaklumi bahwa pengadaan koleksi buku setiap tahun menjadi keharusan bagi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Pengadaan rutin ini untuk mengupdate buku-buku yang ada di perpustakaan. Artinya setiap tahun ada buku baru di perpustakaan. Buku baru bukan baru dicetak karena revisi, tetapi buku-buku baru untuk cetakan pertama.

Pengadaan koleksi rutin setiap tahun dalam akreditasi perpustakaan mempunyai nilai yang tinggi. Tahun ini perpustakaan Lombok Timur akan memperpanjang akreditasi. Tentu diharapkan nilai akreditasi perpustakaan Lombok Timur bisa naik menjadi akreditasi A.

“Mudahan nilai akreditasi bisa naik menjadi A. Saat ini sedang persiapan,” imbuhnya.

Untuk memperbanyak koleksi buku di perpustakaan disamping pengadaan dengan membeli dan bedah buku, juga dengan donasi buku. Donasi buku adalah sumbangan buku ke perpustakaan dari individu, lembaga atau koperasi. Pengadaan dengan donasi buku ini dapat dilakukan kapan saja.

Untuk itu, Mugni mengajak rekan-rekan para pejabat dan ASN untuk mendonasikan bukunya ke perpustakaan. Donasi buku ini, terang dia, masuk kategori amal jariyah, karena buku sebagai wasilah untuk mendapatkan ilmu.

“Ilmu yang diamalkan/diajarkan adalah amal jariyah yang pahalanya terus mengalir sekalipun pelakunya sudah meninggal dunia,” urai Mugni yang juga sebagai pimpinan Pontren Cendekia Aiklomak.

Tahun 2025 ini, tercatat sudah dua orang ASN Lombok Timur yang mendonasikan buku-bukunya waktu S1 dan S2 ke perpustakaan, yakni Sekdis Damkarmat dan salah seorang auditor di inspektorat.

“Daripada numpuk di rumah, lebih baik disumbangkan ke perpustakaan,” ungkap ASN penyumbang yang meminta tidak disebutkan namanya.

Sekdis Damkar menyumbang 103 judul dan yang satunya lagi menyumbang 85 judul. Para donatur buku tersebut langsung diberikan sertifikat oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas.

Kedua pejabat tersebut mengharapkan agar rekan-rekan ASN Lombok Timur dapat menyumbangkan buku-bukunya ke perpustakaan, karena pengalaman pribadinya pasca selesai kuliah tidak pernah lagi buka – buka buku-buku itu, apalagi membacanya.

“Sibuk dengan berbagai urusan. Bila di perpus besar kemungkinan akan dibaca dan dipinjam oleh adik-adik kita yang lagi dalam proses menuntut ilmu,” ucapnya.

Terobosan Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Timur yakni Doktor Mugni mendapat apresiasi dari kedua donatur sebut, dalam upaya untuk memperbanyak koleksi buku di perpus dengan mengajak semua pihak untuk berdonasi dengan konsep amal jariyah, karena itu adalah wasilah (perantara) untuk mendapatkan ilmu.

“Semua inovasi pak kadis sangat menginspirasi, MAPUSTAKI (Masuk Perpustakaan Tanpa Alas Kaki), layanan 6 hari, donasi buku, dan lain-lain sangat layak untuk kita dukung dalam Lombok Timur yang SMART,” tutup dia dengan memberikan apresiasi.

Anas/PL

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU