Polsek Mataram Cek Elpiji: Jangan Sampai Gas Rakyat Masuk Dapur Sultan

PorosLombok.com – Polsek Mataram tak tinggal diam menyikapi kelangkaan gas Elpiji 3 kg yang bikin resah warga,Jumat (13/6) kemarin

aparat langsung menyisir distributor untuk memastikan gas subsidi itu tak bocor ke tangan yang tak berhak. Polisi menegaskan: gas rakyat, jangan sampai masuk dapur sultan!.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat atas keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan gas melon, terutama di wilayah padat penduduk.

Kapolsek Mataram AKP Mulyadi SH memimpin langsung pengecekan tersebut dengan menggandeng Babinsa dalam rangka menjaga sinergi dan stabilitas kamtibmas.

“Gas Elpiji 3 kg ini disubsidi untuk masyarakat kecil. Jangan sampai malah diborong pelaku usaha atau oknum tak bertanggung jawab. Kami pastikan distribusinya aman dan sesuai aturan,” tegas AKP Mulyadi.

Pihak kepolisian menyisir salah satu distributor resmi yang berada di wilayah hukumnya. Fokus utamanya adalah memastikan ketersediaan stok, jalur distribusi, serta mendeteksi potensi penyelewengan atau penimbunan.

Selain itu, Mulyadi juga menginstruksikan seluruh Bhabinkamtibmas untuk aktif memantau setiap pangkalan Elpiji di desa dan kelurahan. Tujuannya, mencegah lebih dini kelangkaan yang bisa memicu gejolak sosial.

“Kami minta anggota di lapangan jangan hanya tunggu laporan. Pantau terus, dan kalau ada kejanggalan, segera laporkan dan ambil langkah cepat,” ujarnya.

Menurut Mulyadi, pendistribusian gas subsidi bukan perkara teknis semata, melainkan menyangkut stabilitas sosial. Karena dapur yang tak bisa menyala, bisa memicu keresahan yang lebih luas.

“Ini soal kebutuhan dasar. Kalau warga tidak bisa masak karena gas langka, itu persoalan serius. Maka kami ikut kawal,” tambahnya.

Dari hasil pengecekan, sejauh ini distribusi di wilayah hukum Polsek Mataram masih tergolong aman. Namun, pengawasan tetap diperketat agar tak ada celah bagi oknum nakal bermain di lapangan.

Aksi cepat aparat ini mendapat sambutan hangat dari warga dan para agen Elpiji. Mereka merasa lebih tenang dengan adanya pengawasan langsung dari pihak kepolisian.

“Baru kali ini ada yang benar-benar cek langsung. Kami merasa terlindungi,” kata salah satu agen Elpiji di kawasan Pagesangan.

Dengan turunnya polisi ke lapangan, masyarakat berharap distribusi gas melon bisa terus lancar, tepat sasaran, dan tidak ada lagi isu kelangkaan mendadak.

“Gas ini bukan sekadar bahan bakar, tapi soal perut rakyat. Kami akan terus kawal,” tutup Kapolsek Mataram.

(redaksi / PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU