PorosLombok.com – Forum diskusi publik bertajuk Pojok NTB bakal kembali digelar. Kegiatan yang diinisiasi Walhi NTB dan Mi6 ini rencananya akan berlangsung pada Kamis, 19 November 2025, pukul 19.30–22.30 WITA di Tuwa Kawa Kafe, Kota Mataram.
Ketua panitia kegiatan, Hendra Kusumah, mengatakan bahwa forum kali ini dikemas berbeda. Tak sekadar diskusi serius, tetapi juga akan dibalut hiburan agar suasana tetap hidup dan tidak membosankan.
“Ini supaya diskusi publik tidak kaku, tidak bikin bete audiens. Jadi ada sisi entertain sekaligus pencerahan,” kata Hendra kepada media, Selasa (17/6).
Diskusi publik ini mengangkat tema besar “Quo Vadis Kebijakan dan Strategi Pemerintahan Iqbal-Dinda Berbasis Pencitraan”. Hendra menjelaskan bahwa forum ini bukan semata ajang debat, tetapi juga ruang untuk berbagi ilmu dan menyusun benang merah persoalan sosial-politik yang berkembang di NTB.
“Informasi yang disampaikan nanti akan aktual dan relevan dari para narasumber. Tujuannya agar lahir kesamaan persepsi, khususnya di tengah maraknya pencitraan komunikasi politik yang terkesan indah dan selalu benar,” tegasnya.
Panggung diskusi juga dirancang lebih interaktif. Panitia ingin menghilangkan kesan formal dan membosankan sebagaimana diskusi yang selama ini kerap berjarak antara narasumber dan peserta.
“Suasana diskusi kami buat lebih cair, egaliter, dan out of the box,” imbuhnya.
Terkait peserta, panitia akan mengundang 75 orang dari berbagai kalangan. Namun, prioritas diberikan kepada mahasiswa dan aktivis muda.
“Ini upaya menciptakan ruang pencerahan dan pendidikan politik, terutama bagi anak muda di tengah krisis budaya adu gagasan,” lanjut Hendra.
Sejumlah narasumber telah mengonfirmasi kehadiran, di antaranya Guru Besar FEB Unram Prof Dr Mansyur Afifi, Dekan FH Unram Dr Wira Pria Suhartana, akademisi dan pengamat Dr Alvin Sahrin, serta anggota DPRD NTB dari PDI Perjuangan Suhaimi. Hadir pula TGH Najamuddin Mustafa dari Lombok Timur.
Tak ketinggalan, Direktur Walhi NTB Amri Nuryadin dijadwalkan memaparkan data kerusakan lingkungan melalui presentasi. Sementara itu, Ahmad SH disebutkan akan hadir bila kondisi kesehatannya memungkinkan.
“Semua yang hadir nanti bukan sekadar peserta, tetapi narasumber juga. Forum ini milik bersama,” pungkas Hendra.
(*/porosLombok)


















