Walaupun Cuaca Ekstrem, Destinasi Wisata Lotim Masih Aman Dikunjungi Namun Tetap Waspadai

(PorosLombok.com) – Meski cuaca ekstrem tengah melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat, destinasi wisata di Kabupaten Lombok Timur masih terpantau aman untuk dikunjungi wisatawan.

Staf Khusus Bupati Lombok Timur Bidang Pariwisata, Ahmad Roji, SE, memastikan bahwa hingga Selasa (8/7), aktivitas pariwisata di wilayahnya masih berjalan normal dan terkendali.

“Destinasi wisata di Lombok Timur masih aman untuk dikunjungi,” ujar Ahmad Roji kepada PorosLombok.

Namun demikian, ia tetap mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama mereka yang berada di kawasan pegunungan dan destinasi pantai.

Menurut Ahmad Roji, hujan deras yang melanda beberapa wilayah belakangan ini termasuk tidak biasa. Fenomena ini harus disikapi dengan kesiapsiagaan.

“Dengan adanya kejadian di Mataram, kami minta kepada masyarakat di kawasan pegunungan dan kawasan wisata, terutama destinasi laut, agar terus memantau informasi terkait situasi alam dan iklim dengan melihat BMKG,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kondisi hujan saat ini tergolong abnormal. Seharusnya, wilayah NTB sudah memasuki musim kering, namun justru masih diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

“Hujan ini abnormal, ini kan seharusnya musim kering tapi hujan,” tegasnya.

Meski demikian, Ahmad Roji menyebut bahwa hujan yang turun juga bisa dianggap sebagai rahmat. Hanya saja, masyarakat tetap diminta untuk menyiapkan segala perlengkapan pendukung saat bepergian.

“Mungkin ini rahmat bagi kita semua, tetapi kami menghimbau kepada wisatawan yang akan berkunjung ke Lotim untuk selalu menyiapkan fasilitas pendukungnya,” ucapnya.

Ia menekankan pentingnya perlengkapan seperti payung dan jas hujan, terutama dalam kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang.

“Sedia payung sebelum hujan,” tambahnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya memantau perkembangan cuaca dari BMKG secara rutin. Informasi yang akurat akan membantu masyarakat lebih siap dalam mengambil tindakan antisipatif.

“Kedua, tetap membaca, melihat, dan mendengarkan iklim dari BMKG agar kejadian di Mataram tidak terjadi di Lotim,” katanya.

Ahmad Roji menegaskan bahwa kejadian banjir mendadak di wilayah lain harus menjadi pelajaran bagi semua pihak. Ketidaksiapan bisa menimbulkan kerugian.

“Waktu itu kan warga tidak siap, tiba-tiba saja banjir. Kita harus waspada dan antisipasi,” pungkasnya.

(arul/PorosLombok).

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU