Lombok Timur Akan Buka Jalur Laut, Siapkan Pintu Masuk bagi Investor Pariwisata

(PorosLombok.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus menggenjot sektor pariwisata dengan membuka jalur laut menuju kawasan Ekas Buana di Kecamatan Jerowaru.

Langkah ini dinilai penting untuk menarik investor yang selama ini terhambat oleh minimnya infrastruktur.

“Kalau kita memang serius, artinya beberapa fasilitas harus disiapkan, terutama akses jalan,” ujar Staf Khusus Bupati Lombok Timur Bidang Investasi, Ustaz Zamroni, Minggu (13/7).

Menurutnya, kondisi jalan yang belum layak membuat kawasan Ekas belum bisa dikategorikan sebagai destinasi prioritas. Hal itu dinilai dapat menurunkan minat investor dan kenyamanan wisatawan.

“Kita kan mau mem-branding Lombok Timur agar layak dan aman dikunjungi. Jangan sampai orang datang sekali lalu bawa cerita negatif,” tegasnya.

Pemerintah pun mulai mencari alternatif dengan menggagas pembukaan akses laut untuk menunjang konektivitas. Upaya ini sudah dikomunikasikan dengan sejumlah operator transportasi laut.

“Kami sudah komunikasikan dengan pemilik fast boat yang biasa beroperasi dari Gili ke Bali,” jelas Zamroni.

Ia menyebut jalur laut menuju Mandalika melalui Ekas bisa menjadi solusi jangka menengah. Hal ini dinilai akan memangkas waktu tempuh dan menambah daya tarik kawasan.

“Supaya tidak terlalu lama di jalan. Kalau pakai kapal Biton itu kan kecil, lama, dan orang cenderung takut,” tambahnya.

Dari sisi investasi, sejumlah investor disebut sudah menyatakan minat. Beberapa bahkan sudah masuk tahap visibility study sebelum masuk tahap eksekusi.

“Minatnya sudah ada. Sekarang mereka ada di tahap visibility study. Setelah itu baru eksekusi,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa pada pertengahan Agustus nanti, delapan investor asal Arab Saudi akan datang ke Lombok Timur.

Mereka dijadwalkan mengunjungi Ekas dan Joben sekaligus melihat potensi secara langsung.

“Kalau mereka cocok, mereka akan ambil peluang investasi. Tapi kalau tidak cocok, kita juga harus evaluasi,” jelasnya.

Zamroni juga menyoroti soal kemudahan perizinan yang menurutnya sangat penting bagi iklim investasi. Ia berharap Pemda bisa lebih responsif terhadap kebutuhan investor.

“Seperti kata Pak Bupati, jangan sampai kita bikin investor kecewa,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa satu kekecewaan dari investor bisa berdampak pada ratusan calon investor lain. Oleh karena itu, setiap peluang yang masuk harus dihargai, sekecil apa pun.

“Kalau satu saja kecewa, bisa hilang 100 calon investor. Dari yang kecil itu bisa lahir investasi besar,” tegasnya.

Zamroni juga meminta agar semua jenis investor—baik lokal maupun asing—diperlakukan secara adil. Terutama bagi investor pemula yang menurutnya justru berani mengambil risiko di awal.

“Justru investor lokal pemula ini patut kita beri apresiasi,” katanya.

Ia pun menutup dengan penegasan bahwa investasi tidak boleh merugikan, dan wajib menyentuh masyarakat sekitar. Keterlibatan warga lokal menjadi kunci suksesnya pengembangan kawasan wisata.

“Kalau masyarakat sekitar tidak bisa dilibatkan atau diberdayakan, maka investasi itu gagal,” tandasnya.

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU