(PorosLombok.com) – Panitia Pelaksana Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII di Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan tiga skema transportasi selama kegiatan berlangsung.
Meski demikian, kontingen dari masing-masing daerah diminta untuk menangani secara mandiri seluruh kebutuhan transportasi dan akomodasi mereka.
Deputi IV Bidang Transportasi dan Konsumsi FORNAS VIII, Lalu Kholid Karyadi, menyebutkan bahwa sistem transportasi selama ajang tersebut dibagi ke dalam tiga kategori akreditasi, yakni T1, T2, dan T3.
“T1 itu untuk unsur pimpinan, seperti ketua, sekretaris, bendahara, korminas, para deputi, serta PMO manager official. Total ada 20 unit kendaraan yang disiapkan untuk mereka,” ujar Kholid, Kamis (19/7).
Kategori T2, kata Kholid, diperuntukkan bagi Technical Delegate (TD) dan juri atau wasit. Untuk kategori ini, panitia menyediakan 85 unit kendaraan minibus yang digunakan sebagai armada antar jemput dari hotel ke venue pertandingan.
Sementara itu, kategori T3 bersifat umum dan terbatas, hanya beroperasi saat pertandingan berlangsung.
Panitia menyediakan 20 unit kendaraan untuk kategori ini, terdiri atas 10 bus medium dan 10 Hi-Ace yang difungsikan sebagai shuttle antar venue.
“Total ada sekitar 18.600 peserta yang ditangani secara mandiri oleh kontingen masing-masing. Misalnya kontingen Kalimantan Selatan, mereka datang, mobilisasi, dan akomodasi semua ditangani sendiri. Tidak ada kewajiban panitia menjemput atau menyediakan kendaraan untuk kontingen,” tegas Kholid.
Hal itu juga ditegaskan Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan NTB, Chairy Chalidyanto.
Menurutnya, tanggung jawab transportasi dan akomodasi sepenuhnya berada di tangan kontingen daerah, sesuai kesepakatan awal.
“Berdasarkan kesepakatan, transportasi dan akomodasi menjadi tanggung jawab masing-masing kontingen daerah,” tegas Chairy.
Di sisi lain, Dinas Perhubungan NTB bersama Polda NTB juga telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk menjamin kelancaran arus kendaraan di sekitar venue pertandingan.
“Kepolisian dan Dishub NTB akan membuat skema rekayasa lalu lintas dan menjamin kelancaran di setiap venue,” tambahnya.
Dengan pola ini, panitia berharap pelaksanaan FORNAS VIII tetap berjalan tertib, lancar, dan efisien meski mobilisasi peserta ditangani secara mandiri oleh masing-masing kontingen.
(*/PorosLombok)















