(PorosLombok.com)— Musda Golkar VI Mataram resmi menetapkan Rino Rinaldi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kota Mataram. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum yang berjalan tertib dan dinilai sepenuhnya sesuai mekanisme internal partai.
Rino menyebut hasil Musda Golkar VI Mataram itu sebagai wujud nyata praktik demokrasi di tubuh partai beringin. Menurutnya, dinamika yang muncul selama proses pemilihan adalah hal wajar bagi organisasi besar yang matang secara politik.
“Golkar adalah partai besar dan dewasa. Di sini selalu ada ruang untuk bermusyawarah dan mencapai mufakat tanpa faksionalisme,” ujar Rino usai ditetapkan sebagai ketua terpilih. Minggu (19/10/2025).
Ia menegaskan, proses pencalonannya berlangsung terbuka tanpa intervensi. Setiap kader, kata dia, memiliki hak yang sama untuk maju dan berkompetisi secara sehat.
“Saya tidak melihat ada intervensi. Semua berhak mencalonkan diri. Saya hanya memanfaatkan ruang yang diberikan partai untuk berproses dan berjuang mendapatkan dukungan,” jelasnya.
Sebagai ketua baru hasil Musda Golkar VI Mataram, Rino langsung menargetkan peningkatan perolehan suara dan kursi Partai Golkar di DPRD Kota Mataram. Ia menekankan pentingnya kerja solid dan profesional dari seluruh kader untuk memperkuat basis dukungan di masyarakat.
“Target kami bukan hanya mempertahankan, tapi menambah suara dan kursi. Itu butuh kerja kolektif dan semangat kebersamaan,” tegasnya.
Rino juga menegaskan komitmennya menjalankan pesan Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Surmuji, agar seluruh kader di daerah tetap kompak dan menjaga komunikasi. Ia memastikan akan merangkul semua pihak, termasuk mantan rivalnya dalam Musda, Edy Sopian.
“Tidak ada yang ditinggalkan. Semua dirangkul sesuai arahan Sekjen. Saya dan Haji Edy ini bertetangga, jadi komunikasi kami tetap baik. Ini saatnya bersatu untuk membesarkan partai,” katanya.
Selain konsolidasi, Rino menekankan pentingnya regenerasi di internal partai. Ia menyebut sekitar 60 persen pengurus fraksi Golkar Kota Mataram saat ini berasal dari kalangan muda, sebagai bentuk penyegaran organisasi.
“Regenerasi penting, tapi kita juga butuh bimbingan para senior agar langkah kader muda tetap terarah,” pungkasnya.
(Redaksi/PorosLombok)















