Kasus Flu A Melonjak di Lombok Timur, Ruang Rawat Inap Puskesmas Mulai Penuh

(PorosLombok.com) — Kasus influenza tipe A di Lombok Timur naik signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Laporan puskesmas menunjukkan keluhan warga didominasi batuk, pilek, demam, dan nyeri sendi.

Dinas Kesehatan menyebut sudah mengaktifkan koordinasi dengan seluruh puskesmas untuk memantau peningkatan kasus.

“Informasi dari puskesmas menunjukkan adanya peningkatan keluhan terkait influenza,” kata Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur Lalu Aries Fahrurrozi, Rabu (19/11/2025).

Langkah antisipasi telah disampaikan melalui surat resmi ke seluruh puskesmas. Isinya mencakup edukasi hidup bersih, istirahat cukup, pemenuhan nutrisi, serta imbauan agar warga yang sakit tetap berada di rumah.

Upaya ini dilakukan untuk membatasi penularan yang dinilai mulai meningkat di berbagai titik layanan kesehatan.

“Kami meminta puskesmas menyampaikan edukasi itu kepada masyarakat di wilayah kerja masing-masing,” ujarnya.

Ketersediaan layanan rawat jalan dan rawat inap juga disiagakan. Namun sebagian besar ruang perawatan puskesmas kini mulai terisi penuh seiring bertambahnya pasien yang datang.
Meski begitu, Fahrurrozi memastikan pelayanan masih berjalan normal dan bisa ditangani.

“Rata-rata ruang perawatan hampir penuh, tetapi sejauh ini tetap bisa diatasi,” katanya.

Soal vaksinasi influenza A, Dinas Kesehatan belum menerima arahan dari pemerintah pusat. Untuk sementara penanganan difokuskan pada terapi gejala serta edukasi.

Influenza tipe A disebut bersifat self-limited, namun tetap memerlukan penanganan karena gejala dapat mengganggu aktivitas harian masyarakat.

“Tenaga kesehatan memberikan terapi untuk mengurangi demam dan nyeri,” tuturnya.

Fahrurrozi menekankan pemulihan sangat dipengaruhi kondisi imunitas. Asupan gizi dan pola istirahat menjadi faktor penting yang terus disampaikan kepada masyarakat lewat layanan puskesmas dan kegiatan luar gedung.

Ia berharap langkah ini membantu menekan beban layanan kesehatan di tengah kenaikan kasus.

“Imunitas yang baik membuat virus ini mati dengan sendirinya,” terangnya.

Data minggu ke-43 menunjukkan lima puskesmas mencatat kasus tertinggi. Lokasinya berada di Aikmel, Kerongkong, Masbagik Baru, Batuyang, dan Selong, dengan angka 4.000 hingga 6.000 kasus untuk penyakit saluran napas seperti ISPA, pneumonia, dan ILI. Angka tersebut disebut menjadi indikator penyebaran yang tinggi di wilayah padat penduduk.

“Lima puskesmas itu menjadi yang tertinggi berdasarkan laporan minggu ke-43,” ungkapnya.

Fahrurrozi menjelaskan virus menular melalui percikan udara maupun droplet yang menempel di permukaan. Ia mengingatkan masyarakat yang tidak fit atau hendak berkunjung ke fasilitas kesehatan agar memakai masker.
Langkah ini dinilai mampu menurunkan risiko paparan di tempat yang banyak didatangi pasien.

“Kalau ke faskes sebaiknya memakai masker karena banyak orang sakit yang datang,” tutupnya.

(Arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU