Lombok Timur, PorosLombok– Akses utama menuju kawasan wisata Pusuk Sembalun di Desa Sembalun Bumbung, Kabupaten Lombok Timur, tertutup material tanah dan bebatuan besar, Minggu (8/2/2026).
Cuaca ekstrem memicu musibah alam ini sekitar pukul 14.30 WITA hingga melumpuhkan lalu lintas di wilayah pegunungan tersebut.
Warga setempat segera memberikan informasi yang memicu respons cepat aparat kewilayahan untuk meninjau titik koordinat kejadian.
“Personel gabungan segera meluncur ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat,” kata Kasi Humas Polres Lombok Timur AKP Nikolas Oesman.
Aparat Polsek, TNI, hingga pihak kecamatan melakukan tindakan darurat menggunakan peralatan seadanya seperti sekop serta cangkul. Tim gabungan mengupayakan pembersihan manual demi memulihkan arus lalu lintas bagi pengguna sepeda motor yang terjebak di sekitar lokasi.
Ketebalan gundukan tanah menghalangi proses evakuasi material secara total tanpa bantuan alat berat karena volumenya sangat besar.
“Kendaraan roda empat sama sekali tidak bisa melintas karena lumpur menutupi seluruh badan jalan,” jelasnya.
Hujan lebat dengan durasi panjang memicu tebing ambrol di jalur wisata yang memiliki struktur tanah labil tersebut. Petugas lapangan terus mengusahakan pembersihan sisa reruntuhan meskipun kondisi cuaca di lokasi belum sepenuhnya membaik hingga sore ini.
Kepolisian tengah menjalin komunikasi intensif dengan instansi terkait untuk segera mendatangkan ekskavator ke titik bencana guna normalisasi akses.
“Kami masih terus berusaha membuka jalur agar aktivitas pariwisata kembali normal secepatnya,” katanya.
Curah hujan yang masih tinggi memperbesar risiko pohon tumbang maupun pergeseran tanah susulan di kawasan perbukitan Sembalun.
“Mengingat cuaca buruk masih berlangsung, kemungkinan terjadinya longsor susulan tetap menghantui wilayah ini,” jelasnya.
Aparat mengimbau pengguna jalan agar mencari rute alternatif atau menunda perjalanan hingga petugas menyatakan situasi benar-benar aman.
“Kami meminta masyarakat dan pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di area rawan,” pungkasnya.
(PorosLombok)
















