Mataram, PorosLombok – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram mencatat fakta hunian yang sangat memprihatinkan.
Saat ini, sebanyak 13.000 unit kediaman warga masuk kategori tidak layak huni (RTLH). Oleh karena itu, pemerintah memberikan atensi khusus pada wilayah padat seperti Kecamatan Cakranegara.
”Datanya itu sekitar 13.000-an,” kata Kepala Dinas Perkim Mataram, Muhammad Nazaruddin Fikri, Senin (9/2/2026).
Pemerintah terus mengejar target perbaikan bangunan secara bertahap melalui berbagai jalur pendanaan. Kini, anggota DPR RI Hj. Sari Yuliati telah menyalurkan bantuan perbaikan untuk 200 unit rumah. Namun, Nazaruddin juga aktif menjajaki kerja sama dengan pihak swasta melalui dana sosial perusahaan.
”Selain pokir kita juga sedang membangun komunikasi dengan pihak swasta untuk CSRnya dapat digunakan salah satunya penuntasan RTLH,” katanya.
Dinas terkait kini sedang memacu pembangunan satu unit hunian sementara (huntara) baru di Bintaro. Gedung tersebut memiliki daya tampung hingga 20 kepala keluarga untuk warga terdampak bencana. Maka, kehadiran fasilitas ini akan melengkapi tiga unit huntara yang sudah berdiri sebelumnya.
”Huntara kita sekarang yang sedang dibangun sebanyak 1 unit dengan kapasitas 20 KK,” jelasnya.
Target Penyelesaian Konstruksi
Selanjutnya, pihak kelurahan dan Universitas Mataram mulai melakukan aksi gotong royong untuk membersihkan lahan. Nazaruddin memprediksi proyek fisik tersebut bakal rampung dalam waktu dua pekan saja. Akan tetapi, pencapaian target ini tetap bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.
”Kalau cuaca bagus, insya Allah 2 minggu lagi selesai,” katanya.
Nazaruddin menegaskan bahwa fasilitas huntara ini memiliki sasaran penghuni yang sangat spesifik dan terbatas. Pemerintah hanya memprioritaskan penyintas bencana di kawasan pesisir sesuai instruksi langsung Wali Kota Mataram. Jadi, bantuan tersebut memang bertujuan menolong warga yang kehilangan tempat tinggal.
”Ini diperuntukkan untuk korban bencana ya, untuk yang di pinggir pantai. Jadi bukan untuk semua Kota Mataram, enggak,” katanya.
Solusi Jangka Panjang
Sebagai langkah tambahan, Wali Kota Mataram sudah mengusulkan pembangunan dua unit Rusunawa baru kepada pemerintah pusat.
Selain itu, pemerintah juga merancang program inovatif bernama Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini bertujuan menciptakan kawasan terpadu yang menggabungkan hunian dengan pusat ekonomi.
”Mencarikan mereka pekerjaan, mencarikan mereka peluang untuk berusaha dengan cara membuat kawasan terpadu Kampung Nelayan Merah Putih dan juga ada pasar ikan,” katanya.
(Ramli Ahmad/PorosLombol)
















