Jaga Stabilitas Harga, NTB Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Daerah

Pemprov NTB perkuat sinergi pusat guna jaga stabilitas harga pangan dan kendalikan inflasi tahunan di angka 3,86 persen.

Mataram, Poros Lombok – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menginisiasi berbagai langkah strategis. Otoritas menjamin ketersediaan pasokan pangan di seluruh wilayah agar tetap aman bagi masyarakat. Mereka memantau ketat distribusi barang pokok demi menjaga daya beli warga tetap stabil, Rabu (18/02).

​”Langkah konkret daerah sangat krusial dalam mengawal stabilitas ekonomi makro,” tegas Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir.

​Selain itu, Sekjen memimpin rapat secara daring untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah. Upaya terpadu ini bertujuan memitigasi fluktuasi harga pasar. Langkah tersebut menjaga nilai inflasi tetap terkendali sesuai sasaran pemerintah pusat saat ini secara konsisten.

​”Inflasi tahunan NTB tercatat sebesar 3,86 persen atau berada pada posisi yang terus kami pantau secara intensif,” jelasnya.

​Terlepas dari angka tersebut, pemerintah daerah tetap mencermati dinamika harga di Kota Bima. Wilayah ini menyentuh angka 4,82 persen sementara Mataram mencapai 3,69 persen. Tim pengendali melakukan evaluasi berkala agar tren harga pada wilayah sampel IHK tersebut segera stabil kembali.

​”Posisi angka tersebut menjadi atensi serius guna memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga,” ujar Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik.

​Oleh karena itu, pria yang akrab disapa Aka tersebut menegaskan fokus timnya. Mereka menangani kenaikan Indeks Perkembangan Harga di Lombok Timur sebesar 7,30 persen secara intensif. Pemerintah kini memprioritaskan kelancaran arus distribusi logistik dan memperpendek rantai pasok.

​”Kenaikan harga dipicu oleh komoditas cabai rawit, cabai merah, hingga daging ayam ras yang mulai merangkak naik,” ungkapnya.

​Sebagai langkah lanjutan, Pemprov NTB segera menggelar operasi pasar murah. Mereka memperkuat pengawasan jalur distribusi bersama unsur Forkopimda di lapangan. Strategi ini berfungsi mencegah spekulasi harga serta menjamin keterjangkauan bahan pangan bagi seluruh masyarakat lokal.

​”Sinergi antara provinsi dan kabupaten menjadi kunci utama dalam memastikan pasokan pangan tetap tersedia,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU