Petani Lombok Timur Gagal Panen, Harga Cabai Tembus 100 Ribu

Tradisi jeda panen & cuaca ekstrem paksa warga Lombok Timur beli cabai Rp100 ribu/kg saat Ramadan. Stok menipis, Champion Cabai stop kirim barang ke luar daerah.

Lombok Timur, Poros Lombok – Warga Kabupaten Lombok Timur kini menghadapi lonjakan harga cabai rawit yang menyentuh angka fantastis Rp100.000 per kilogram. Fenomena ini muncul tepat saat masyarakat mulai menjalankan ibadah puasa pada awal Ramadan tahun 2026.

​Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang menjadi pemicu utama kegagalan panen massal di berbagai sentra produksi. Kondisi alam yang buruk tersebut merusak ratusan hektare lahan pertanian sehingga stok barang di pasar menipis.

​Ketua Program Champion Cabai Lombok Timur, H. Subhan, mencatat total luas tanam mencapai 400 hektare untuk kebutuhan hari raya. Namun, faktor lingkungan yang tidak mendukung menghancurkan target produksi yang petani harapkan sebelumnya.

​”Seharusnya sebagian besar sudah siap panen, tetapi karena cuaca ekstrem, banyak yang mati dan tidak berproduksi,” ujarnya.Kamis (19/02).

​Subhan membandingkan situasi sulit ini dengan kondisi Desember lalu saat harga komoditas pedas tersebut masih stabil Rp40.000 per kilogram. Kelangkaan barang di tingkat produsen secara otomatis mendorong nilai jual meroket tajam di pasar.

​”Memang setiap tahun ada jeda panen menjelang dan awal Ramadan. Ditambah cuaca buruk, produksi makin berkurang sehingga harga terdongkrak,” katanya.

​Tradisi lokal petani yang menghentikan aktivitas memetik cabai pada awal Ramadan turut memperparah minimnya ketersediaan stok domestik. Jeda waktu tersebut menciptakan kekosongan suplai di tengah tingginya permintaan konsumen saat bulan suci.

​”Kami menghentikan pengiriman ke luar daerah karena kebutuhan lokal masih sangat tinggi dan harga di Lombok Timur lebih menguntungkan,” jelasnya.

​Pihak Champion Cabai kini mulai mendatangkan pasokan tambahan dari Jawa Timur untuk menstabilkan harga dan menekan laju inflasi daerah. Upaya ini bertujuan agar masyarakat tetap bisa menjangkau komoditas pangan penting ini dengan harga wajar.

​”Champion tetap siap ikut serta membantu pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi melalui operasi pasar murah di berbagai titik strategis,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU