(PorosLombok.com) – Puluhan personel lintas instansi terus berjibaku menyisir aliran air guna menemukan keberadaan seorang anak berusia empat tahun. Muhammad Azril Filah Busairi yang hanyut sejak Selasa pagi di wilayah Selong.
”Pencarian memasuki hari kedua dengan melibatkan tim dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, hingga relawan setempat,” ujar Plh Kepala BPBD Lombok Timur, Ripaan.Rabu (25/02).
Tim penyelamat memfokuskan aksi mereka pada titik awal raibnya korban yang beralamat di Lingkungan Karang Sukun tersebut. Azril diduga jatuh saat bermain hujan ketika debit air sedang meningkat.
”Korban terseret arus drainase di depan SDN 1 Selong saat kondisi air sedang meluap,” jelasnya.
Petugas kini memperluas jangkauan operasional dengan membongkar sejumlah beton penutup di sepanjang jalur air. Langkah ini bertujuan memastikan tubuh bocah tersebut tidak tersangkut pada tumpukan sampah.
”Kami juga memantau intensif setiap sudut yang berpotensi menjadi lokasi hambatan material,” tuturnya.
Selain memeriksa selokan, para petugas membagi kelompok kecil untuk mengawasi muara akhir di perbatasan kota. Mereka memantau titik tumpu aliran air secara mendalam guna mempercepat proses penemuan.
”Standar operasional prosedur mengharuskan pencarian berlangsung minimal selama tujuh hari berturut-turut,” katanya.
Masyarakat sekitar pun turut memberikan bantuan informasi demi mempermudah proses pelacakan di lapangan. Arus yang sangat kuat saat ini menjadi tantangan utama bagi seluruh personel yang bertugas.
”Status penemuan akan kami umumkan secara resmi setelah masa tugas tujuh hari ini rampung,” ujarnya.
Pemerintah daerah meminta orang tua agar memperketat pengawasan terhadap anak saat cuaca ekstrem melanda. Hal ini sangat penting guna menghindari musibah serupa di lingkungan pemukiman penduduk.
”Tolong segera melapor kepada petugas jika warga menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” katanya.*














