PorosLombok.com — Tim SAR gabungan mencari keberadaan bocah berusia empat tahun, M. Azril Filah Busairi, yang hilang terseret arus parit di depan SDN 1 Selong. Lombok Timur, Petugas kini memfokuskan operasi penyelamatan dengan menyisir sepanjang aliran air hingga mencapai wilayah Kelayu, Selasa (24/2).
Personel Polsek Selong dan Kantor SAR Mataram bergerak cepat merespons laporan kehilangan anak di Jalan Pattimura tersebut. Para petugas terus beradu dengan waktu karena hujan deras masih mengguyur lokasi kejadian.
Luapan air yang meningkat tajam akibat hujan angin menjadi tantangan berat bagi tim penolong di lapangan. Arus kencang di dalam saluran drainase itu kemungkinan membawa tubuh korban menjauh dari titik awal jatuhnya korban.
”Kami langsung mengerahkan tim rescue untuk menyisir aliran parit hingga ke hilir,” ujar Kepala Kantor SAR Mataram melalui Koordinator Pos SAR Kayangan, M. Darwis.
Pihak kepolisian juga meminta bantuan warga di wilayah Kelayu Selatan dan Kelayu Jorong untuk memantau area mereka. Masyarakat perlu mengecek setiap celah aliran air yang melintasi pemukiman guna mempercepat proses penemuan.
Peristiwa ini bermula saat korban nekat keluar rumah melalui jendela untuk bermain hujan tanpa seizin orang tua. Kondisi lingkungan yang tergenang air ekstrem seketika mengubah momen bermain itu menjadi petaka memilukan.
”Azril turun ke parit untuk bermain air lalu tiba-tiba hilang terseret arus,” kata Lia Andriani selaku saksi yang melihat langsung musibah tersebut pukul 08.45 WITA.
Keluarga korban sempat menyisir sepanjang simpang empat TPU Selong namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. Curah hujan yang tinggi membuat jarak pandang terbatas dan menyulitkan warga menjangkau dasar selokan.
Polisi menghimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan ekstra terhadap aktivitas buah hati mereka selama musim penghujan. Langkah waspada ini sangat penting demi mencegah terulangnya tragedi serupa di kawasan padat penduduk.
Hingga sore ini, petugas tetap bersiaga di beberapa titik pantau untuk memastikan setiap sudut parit sudah mendapat pemeriksaan. Unit penyelamat terus memperkuat koordinasi agar segera menemukan keberadaan korban yang hanyut tersebut.














