Jasad Pemancing Sanur Terbawa Arus Lintas Selat Hingga Senggigi Lombok Barat

Tim gabungan berhasil mengevakuasi jenazah IWS (53), pemancing asal Sanur yang hanyut hingga perairan Senggigi akibat arus lintas selat setelah dilaporkan hilang selama dua hari di Bali.

PorosLombok.com – Fenomena arus laut yang kuat di Selat Lombok diduga menjadi penyebab hanyutnya jasad IWS (53), seorang pemancing asal Sanur, Denpasar, yang ditemukan di kawasan Pantai Senggigi pada Minggu (8/3/2026).

​Penemuan jasad ini mengonfirmasi risiko tinggi aktivitas melaut saat cuaca dinamis, di mana korban dilaporkan hilang di perairan Bali namun ditemukan mengambang di wilayah Kabupaten Lombok Barat.

​“Setelah menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan Sat Polairud Polres Lombok Barat dan Tim Basarnas NTB untuk melakukan evakuasi,” ujar Kapolsek Batulayar AKP I Putu Krisna Varananda.Rabu (10/03/2026).

​Tim gabungan segera mengamankan area mercusuar setelah sebelumnya jasad terpantau warga berada di perairan Pantai Kerandangan 1 sebelum akhirnya terseret lebih jauh oleh pergerakan air.

​“Jasad korban dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara Mataram menggunakan ambulans guna menjalani pemeriksaan identifikasi fisik oleh tim medis,” jelasnya.

​Proses identifikasi mencakup pengecekan atribut permanen seperti gelang perak dan jam tangan yang kemudian menjadi kunci utama bagi pihak keluarga untuk mengenali identitas asli korban.

​Keluarga korban dari Desa Sanur segera bertolak menuju Pulau Lombok setelah mendapatkan informasi mengenai ciri-ciri pakaian yang sangat identik dengan anggota keluarga mereka yang hilang.

​“Kami mendapatkan informasi adanya warga Bali yang kehilangan keluarga dengan aksesori yang sama dengan jenazah yang ditemukan petugas,” tambahnya.

​Konfirmasi identitas akhirnya diperoleh sore hari saat adik kandung korban tiba di ruang jenazah dan memastikan bahwa pria tersebut adalah IWS yang hilang sejak dua hari lalu.

​Kejadian ini bermula saat korban berangkat memancing menggunakan perahu di Pantai Sanur pada Jumat, namun diduga mengalami kecelakaan laut akibat hantaman ombak atau kendala teknis.

​“Pihak keluarga telah mengikhlaskan peristiwa ini sebagai musibah murni dan menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah korban,” ungkapnya.

​Prosesi pemulangan jenazah menuju Denpasar dilakukan malam ini melalui jalur laut menggunakan armada speedboat pribadi setelah mengantongi izin operasional dari otoritas pelabuhan setempat,*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU