PorosLombok.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Mataram memperkuat pendampingan terhadap pelaku Usaha Kecil Menengah Obat Bahan Alam Minyak Ikan Hiu di Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Lombok Timur pada Rabu (11/3/2026).
Langkah teknis ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan arahan strategis pusat yang mewajibkan adanya pembinaan terstruktur melalui pelatihan dan edukasi agar pelaku usaha lokal mampu naik kelas.
”Kunjungan ini merupakan momentum dialog bagi pelaku usaha agar mampu menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan berdaya saing,” ujar Kepala BBPOM di Mataram Yogi Abaso Mataram.
Yogi memimpin langsung peninjauan sarana produksi guna memastikan setiap tahapan pengolahan komoditas unggulan pesisir tersebut telah memenuhi standar regulasi yang ditetapkan secara nasional.
”Kami memberikan masukan terkait pentingnya penerapan cara produksi yang baik, kebersihan sarana, serta pengawasan mutu secara ketat,” katanya.
Pihak balai secara mendalam memantau aspek higiene serta sanitasi lingkungan kerja untuk meminimalkan potensi kontaminasi yang dapat menurunkan kualitas produk Obat Bahan Alam hasil tangkapan nelayan lokal.
Asistensi yang diberikan mencakup tata cara pemenuhan administrasi serta teknis pengemasan agar produk minyak ikan hiu asal Keruak ini memiliki standar keamanan yang diakui secara luas.
”Pendampingan seperti ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas UKM sehingga mereka semakin percaya diri dalam mengembangkan ekspansi usahanya,” jelasnya.
Dialog hangat yang terjalin selama kunjungan menjadi sarana bagi para pelaku industri kecil untuk menyampaikan berbagai kendala lapangan terkait standarisasi mutu yang sering menjadi hambatan perizinan.
Pihak BBPOM berkomitmen memberikan solusi atas tantangan tersebut agar industri obat tradisional di wilayah selatan dapat tumbuh pesat tanpa mengabaikan perlindungan maksimal bagi masyarakat selaku konsumen.
”Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha sangat penting agar produk lokal menjadi kebanggaan daerah serta mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Yogi menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan demi menjamin konsistensi mutu produk sehingga usaha kecil di daerah ini memiliki daya saing yang sejajar dengan industri besar,*
















