PorosLombok.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus menggenjot pendistribusian paket bantuan sosial sembako bersumber dari APBD bagi masyarakat kategori desil satu dan tiga pada Kamis (2/4/2026).
Langkah ini menyasar ratusan ribu warga meskipun pelaksanaannya berdekatan dengan momentum hari raya Idulfitri tahun ini. Instansi terkait menegaskan paket tersebut murni bantuan reguler pemerintah daerah dan bukan merupakan bingkisan khusus Lebaran.
“Total sasaran penerima manfaat dalam program ini mencapai 198.776 keluarga di seluruh wilayah,” ujar Kepala Dinas Sosial Lombok Timur, Siti Aminah.
Selaras dengan hal itu, Siti Aminah mengungkapkan bahwa realisasi fisik di lapangan saat ini baru menyentuh angka sekitar 50 persen. Pihaknya sedang berpacu dengan waktu untuk menuntaskan sisa distribusi kepada puluhan ribu kepala keluarga lainnya.
“Kami menargetkan seluruh proses penyaluran rampung sepenuhnya pada tanggal 9 April mendatang,” katanya.
Lebih lanjut, kendala utama yang menghambat percepatan distribusi adalah keterbatasan stok beras spesifikasi premium di tingkat penyedia. Tingginya permintaan pasar menjelang hari raya membuat pemenuhan komoditas utama tersebut menjadi tantangan tersendiri.
Dinas Sosial memastikan bahwa stok komoditas pendukung lainnya seperti minyak goreng dan gula pasir saat ini dalam kondisi aman. Tidak ada gangguan suplai untuk barang non-beras sehingga pengemasan paket terus berjalan di gudang penyimpanan.
“Pihak penyedia terus berupaya mencari tambahan pasokan beras kualitas tinggi agar kuota terpenuhi,” jelasnya.
Sesuai dengan prosedur, setiap keluarga penerima manfaat berhak mendapatkan paket berisi 5 kilogram beras premium, minyak goreng, serta gula. Penentuan kualitas beras menjadi poin krusial guna menjaga standar kelayakan konsumsi bagi masyarakat prasejahtera.
Pemerintah daerah saat ini tengah menjalin komunikasi intensif dengan pihak Bulog untuk mengamankan cadangan pangan daerah. Koordinasi lintas sektoral ini diharapkan mampu menambal kekurangan stok yang sempat terjadi akibat anomali harga pasar.
“Kami terus mengawal ketat agar bantuan ini tepat sasaran dan sampai sebelum tenggat waktu,” ujarnya.
Di sisi lain, pengawasan distribusi di tingkat desa juga diperketat guna menghindari potensi penumpukan barang yang tidak perlu. Tim lapangan diminta bergerak cepat melakukan verifikasi data penerima agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan dari sumber dana pusat.
“Sinergi antarpetugas menjadi kunci agar target 198.776 paket ini selesai sesuai jadwal yang ditetapkan,” pungkasnya.*


















