PorosLombok.com – Sekretaris Daerah Lombok Timur bergerak cepat mengatasi kelangkaan gas Elpiji 3 kilogram dengan menyalurkan tambahan kuota subsidi mulai Senin (6/4/2026).
Langkah taktis ini diambil setelah otoritas daerah menggelar rapat koordinasi bersama Pertamina dan Hiswana Migas. Percepatan distribusi bertujuan menstabilkan harga yang sempat melambung di tingkat konsumen dalam sepekan terakhir.
“Mulai nanti sore akan ada penebalan kuota sebanyak 24.440 tabung tambahan untuk daerah kita,” ujar Sekretaris Daerah Lombok Timur, M. Juaini Taofik.
Juaini menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah merespons surat permohonan Bupati terkait penambahan stok demi memenuhi kebutuhan masyarakat. Penyaluran ekstra tersebut melengkapi pasokan normal yang biasanya mencapai 35.000 tabung.
“Kami fokus mendistribusikan ke empat kecamatan prioritas yakni Pringgasela, Lenek, Aikmel, dan Wanasaba,” jelasnya.
Pengawasan Ketat Pangkalan dan Mitigasi Dampak Panic Buying
Tim lapangan telah memetakan wilayah yang mengalami kekosongan paling parah untuk mendapatkan pengiriman perdana. Fokus utama penyaluran sengaja diarahkan ke pangkalan resmi guna mempermudah pengawasan harga jual sesuai aturan pemerintah.
“Jika kami lepas ke pengecer, dikhawatirkan harganya melambung tinggi melebihi ketentuan Harga Eceran Tertinggi,” tegasnya.
Sekda menyebutkan terdapat 770 pangkalan legal di seluruh wilayah Lombok Timur yang saat ini berada dalam pantauan ketat. Lembaga penyalur resmi ini memiliki ikatan hukum yang memungkinan pencabutan izin jika terbukti melakukan pelanggaran.
“Nanti kalau ada pangkalan nakal yang berani bermain harga, Satgas dari Satpol PP akan langsung mengoreksi izinnya,” katanya.
Pihaknya mengakui bahwa isu ketegangan geopolitik global sempat memicu kecemasan warga sehingga melakukan aksi borong secara berlebihan. Namun, kepastian regulasi mengenai stabilitas harga dari pusat perlahan mulai meredam antrean panjang.
“Jujur memang ada faktor panic buying yang terjadi, namun saat ini kondisi di lapangan sudah mulai normal kembali,” jelasnya.
Pemkab mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak menimbun stok gas secara ilegal di rumah masing-masing. Satgas Migas akan terus berpatroli memastikan rantai pasok energi bagi rakyat kecil ini tidak terganggu oleh oknum spekulan,*
















