Lombok Timur Miliki Gedung CVCU, Tekan Angka Rujukan Pasien Jantung

Bupati Lombok Timur resmi operasikan Gedung CVCU di RSUD dr. R. Soedjono Selong. Fasilitas ini dilengkapi tujuh tempat tidur dan dokter spesialis untuk menangani kasus jantung akut di daerah.

PorosLombok.com – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin meresmikan Gedung Cardio Vascular Care Unit (CVCU) di RSUD dr. R. Soedjono Selong guna meningkatkan fasilitas perawatan intensif jantung pada Jumat (10/04/2026).

​Pemerintah daerah meluncurkan ruang khusus ini sebagai langkah konkret membenahi kualitas hidup masyarakat setempat. Kehadiran sarana medis tersebut bertujuan agar warga tidak perlu lagi mencari pengobatan spesifik ke luar wilayah.

​“Sekarang kita sudah punya CVCU dan SDM pendukung seperti empat dokter spesialis untuk melayani kebutuhan rakyat,” ujar Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin.

​Bupati menegaskan bahwa infrastruktur baru ini merupakan bukti keseriusan dalam melengkapi fasilitas kesehatan yang dibutuhkan publik. Pihaknya berjanji akan membenahi satu persatu sarana medis lainnya termasuk meningkatkan kuantitas dokter ahli.

​Langkah ini diambil mengingat penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke menjadi pemicu kematian tertinggi di NTB. Data menunjukkan terjadi lonjakan kasus sebesar 10 persen pasca perayaan Idul Fitri di Bumi Patuh Karya.

​Pemda terus mendorong agar rumah sakit memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat sebagai upaya promotif preventif. Kebijakan ini diharapkan mampu menekan angka penyakit berat yang membebani masyarakat kelas bawah.

Optimalisasi Layanan Kanker dan Bedah Onkologi RSUD Selong

​Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong H. Anjasmoro melaporkan bahwa pembangunan gedung CVCU ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Daerah (PSD). Konstruksi fisik bangunan tersebut sebenarnya telah rampung total sejak Desember tahun lalu.

​“Gedung khusus ini menyediakan tujuh tempat tidur pasien dengan penanganan yang jauh lebih fokus dan intensif,” jelas Direktur RSUD Selong, H. Anjasmoro.

​Seluruh sarana dan prasarana pendukung operasional rumah sakit dilaporkan sudah tuntas pada Januari silam. Sebelumnya, pelayanan jantung masih menyatu dengan ruangan ICU sehingga dianggap kurang maksimal dalam menangani kondisi kritis.

​Anjasmoro menambahkan bahwa pihak manajemen telah membuka layanan bedah saraf serta bedah onkologi sejak tahun 2025. Terobosan ini terus dikembangkan guna memberikan perlindungan kesehatan menyeluruh bagi pasien penderita tumor ganas.

​Pihak rumah sakit kini tengah mengupayakan pengadaan alat sitotoksik dan imunohistokimia untuk menunjang pemeriksaan kanker. Koordinasi dengan Kementerian Kesehatan terus dilakukan demi mendapatkan dukungan fasilitas laboratorium yang lebih mutakhir.

​“Kami akan menambah dan membenahi fasilitas penunjang lainnya agar pelayanan rujukan di daerah ini semakin kredibel,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU