PorosLombok.com – Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya menekankan pentingnya sinergi sektor pendidikan dan sosial guna memutus rantai kemiskinan saat menghadiri Milad ke-4 LPS Sirzam Pancor pada Sabtu (11/04/2026).
Langkah tersebut selaras dengan filosofi organisasi NWDI yang konsisten menyandingkan kedua aspek tersebut dalam setiap program kerja. Pemerintah daerah meyakini bahwa penuntasan persoalan sosial akan lebih efektif jika dikelola oleh individu terdidik.
”Pendidikan dan sosial itu di NWDI selalu bergandengan karena masalah sosial hanya bisa tuntas jika orang berpendidikan yang mengerjakan,” ungkap Edwin Hadiwijaya.
Wakil Bupati menjelaskan bahwa visi nasional Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas kemiskinan kini diterjemahkan melalui program “Sekolah Rakyat”. Inovasi bermodel boarding school di Lenek ini telah menampung ratusan siswa kurang mampu.
Pemerintah Kabupaten juga tengah memprioritaskan penyediaan lahan strategis untuk pembangunan Sekolah Garuda sebagai sarana pendukung kualitas SDM. Penguatan infrastruktur pendidikan ini menjadi modal utama daerah dalam mencetak generasi unggul masa depan.
Solusi Distribusi Elpiji dan Inovasi Hemat Energi Daerah
Fenomena kepanikan ibu rumah tangga terkait isu kelangkaan gas elpiji turut mendapat perhatian serius dari orang nomor dua di Lombok Timur tersebut. Ia menilai literasi media sosial yang rendah memicu perilaku belanja berlebihan atau panic buying.
“Kondisi pasokan yang menipis menjadi makin sulit karena kepanikan pembeli di pasar,” ujar Edwin Hadiwijaya.
Pemerintah daerah kini fokus mempercepat distribusi stok tambahan yang telah tiba melalui Pelabuhan Lembar guna menstabilkan harga. Lonjakan konsumsi saat Ramadan dan Idul Fitri disebut menjadi pemicu utama tersendatnya suplai bahan bakar tersebut.
Hambatan pasokan ini juga dipengaruhi ketergantungan nasional terhadap impor elpiji dari Amerika Serikat yang mencapai angka 80 persen. Masyarakat diminta mulai membiasakan pola hidup hemat energi demi menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga di tengah keterbatasan.
Uji coba kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara mulai diberlakukan sebagai langkah kolektif menekan konsumsi BBM daerah. Kesadaran untuk tidak boros menjadi kunci utama mengingat pengawasan subsidi negara kini semakin diperketat.
”Pemerintah terus berupaya mencari solusi terbaik agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi meski dalam kondisi sulit,” jelasnya.
Ketua Panitia Milad, Mursidin melaporkan bahwa rangkaian acara diisi dengan wisuda tahfidz Al-Qur’an bagi seratus lebih santri LPS Sirzam Pancor yang diharapkan mampu melahirkan penghafal Al-Qur’an berjiwa sosial tinggi,*















