close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

29.1 C
Jakarta
Sabtu, Desember 6, 2025

BPS Mencatat Ekonomi Lombok Timur Masih Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

PorosLombok.com – Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi Lombok Timur.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai angka tertinggi dibanding komponen lainnya.

Kepala BPS Lombok Timur, Sri Endah Wardanti, mengatakan konsumsi rumah tangga menyumbang 72,75 persen terhadap total PDRB tahun 2024.

“Ini menunjukkan peran penting aktivitas masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya kepada PorosLombok, Rabu (2/7).

Selain konsumsi rumah tangga, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga berkontribusi cukup besar yakni 36,73 persen. Kemudian disusul oleh pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 14,10 persen.

Sementara itu, pengeluaran konsumsi dari lembaga nonprofit (LNPRT) menyumbang 3,36 persen dan perubahan inventori tercatat 0,16 persen.

Namun yang menjadi catatan adalah komponen net ekspor barang dan jasa yang minus hingga -27,11 persen.

“Kinerja ekspor kita masih harus ditingkatkan agar tidak terus membebani struktur PDRB,” jelas Sri Endah.

Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat kontribusi terbesar dengan angka 27 persen. Ini menegaskan posisi sektor primer sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat Lombok Timur.

“Sektor ini menyerap banyak tenaga kerja dan menopang aktivitas ekonomi di pedesaan,” tambahnya.

Sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi kendaraan memberikan sumbangan 17,81 persen. Sementara konstruksi berada di posisi ketiga dengan 11,23 persen.

Sektor administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib menyumbang 6,69 persen, dan sisanya berasal dari sektor lain dengan total kontribusi 37 persen.

Seluruh data tersebut merupakan bagian dari Booklet Indikator Strategis BPS Lombok Timur 2020–2025, yang menjadi dasar dalam menyusun arah kebijakan pembangunan daerah.

“Kami berharap data ini bisa dimanfaatkan untuk memperkuat sektor unggulan dan mendorong diversifikasi ekonomi,” tutup Sri Endah.

(Arul/PorosLombok)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

IKLAN
TERPOPULER