Hari Keempat Pencarian Gio di Lombok Tengah Masih Nihil Jejak

Memasuki hari keempat, tim gabungan Polres Lombok Tengah dan Basarnas memperluas area pencarian Lalu Gio ke wilayah perkebunan dan aliran sungai namun hasil masih nihil.

PorosLombok.com – Tim gabungan dari Polres Lombok Tengah, Polda NTB, Basarnas, hingga BPBD terus mengintensifkan pencarian Lalu Gio Almahidi Pringgedani yang hilang secara misterius selama empat hari terakhir di lingkungan tempat tinggalnya.

​Petugas kini memperluas zona penyisiran hingga ke aliran sungai yang bermuara di Bendungan Batu Jai. Selain itu, tim IT tengah mendalami rekaman dari empat titik CCTV berbeda guna memetakan arah pelarian atau titik terakhir korban terlihat.

​“Anaknya cepat bergaul dan aktif, selama ini tidak ada gelagat aneh kalau main biasa saja bersama teman-temannya,” ujar ayah kandung korban, Lalu Gede Pringgadane, Senin (27/4).

​Lalu Gede menjelaskan bahwa keseharian putranya lebih banyak dihabiskan dengan bermain gawai di rumah atau bercengkerama di lapangan samping musala. Karakter Gio yang supel membuat keluarga tidak pernah menaruh kecurigaan terhadap lingkungan sekitar.

​Pihak keluarga bersama kepolisian telah merangkum kronologis berdasarkan rekaman video pengawas di sekitar kompleks perumahan. Hasilnya, ditemukan jeda waktu krusial selama 14 menit antara saat korban terakhir terlihat hingga ibunya mulai mencari.

​“CCTV sudah kita cek dan cocokkan, memang kalau dia lewat situ pasti kelihatan, tapi tidak ada tanda-tanda,” jelasnya.

​Tim anjing pelacak (K9) milik Polda NTB juga dikerahkan untuk menyisir area perkebunan dan semak-semak yang cukup rimbun. Satwa tersebut sempat menunjukkan reaksi pada dua jalur berbeda, yakni mengarah ke timur dan satu lagi menyusuri pinggiran sungai.

​Anjing pelacak tersebut diketahui berhenti pada titik yang sama meskipun menyusuri rute yang berbeda dari titik awal. Informasi ini menjadi bahan evaluasi mendalam bagi tim penyelamat untuk memfokuskan pencarian di area daratan dan perairan.

​“Mohonlah untuk memulangkan anak ini, kan dia masih kecil dan belum tahu apa-apa,” tuturnya.

​Lalu Gede sangat berharap jika memang ada pihak yang membawa putranya agar segera mengembalikannya dalam kondisi apapun. Ia mengimbau siapa pun yang memiliki informasi valid untuk segera melapor guna mengakhiri ketidakpastian yang menyiksa keluarga.

​Sementara itu, ibu kandung Gio, Jumenif, mengaku sempat mengalami firasat aneh melalui mimpi tentang keberadaan sang buah hati. Ia merasa melihat sebuah tangan di belakang pintu, meski bayangan wajah sang anak tidak nampak jelas dalam bunga tidurnya itu.

​“Mungkin karena terlalu kepikiran jadi terbawa ke mimpi, saya bilang ‘Gio’ tapi tidak saya lihat mukanya,” ungkapnya.

​Jumenif berusaha tegar menghadapi cobaan berat ini dengan memasrahkan segala ketentuan kepada Sang Pencipta. Baginya, kepulangan Gio adalah prioritas utama tanpa mempedulikan status kondisi fisik sang anak saat ditemukan nanti oleh tim pencari.

​Ibu kandung korban mengenang sosok putranya sebagai anak yang cerdas, lucu, dan memiliki pendirian yang sangat kuat. Jumenif menyebut Gio sangat gemar diajak ikut ke sekolah dan memiliki karakter bicaranya yang cukup cerewet serta menghibur orang sekitar.

​“Gio pulang, kita sekolah, banyak yang nunggu dan menyayangi Gio,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU