Potensi Ekonomi 12 Ribu Hektar Kelapa Lotim Masih Terbuang ke Luar Daerah

Dinas Pertanian Lombok Timur genjot hilirisasi kelapa guna memutus rantai pengiriman bahan mentah ke luar daerah dan meningkatkan pendapatan petani melalui produk olahan berkualitas.

PorosLombok.com – Kabupaten Lombok Timur hingga kini masih terjebak dalam pola ekspor bahan mentah, di mana belasan ribu ton hasil panen kelapa setiap tahunnya mengalir deras ke Pulau Jawa tanpa sentuhan nilai tambah.

​Kondisi ini memicu keprihatinan karena ketergantungan pada pengiriman buah butiran membuat petani lokal kehilangan potensi pendapatan dari sektor industri pengolahan. Padahal, lahan kelapa di wilayah ini sangat luas.

​“Sebagian besar kelapa kita itu ke Jawa dikirim dalam bentuk butiran, jadi belum terolah atau masih bahan mentah,” ujar Kabid Perkebunan Distan Lombok Timur Mirza Sopian, Senin (27/04/2026).

​Mirza Sopian mengungkapkan bahwa keterbatasan modal dan teknologi membuat pemanfaatan komoditas ini jalan di tempat. Selama ini, aktivitas pengolahan hanya mampu bertahan pada level industri rumah tangga yang sangat terbatas.

​Melihat urgensi tersebut, pemerintah daerah mulai memetakan investor potensial yang bersedia membangun pabrik pengolahan di dalam daerah. Langkah ini dianggap sebagai kunci utama untuk memutus mata rantai pengiriman barang mentah.

​“Kami perlu menggandeng investor skala besar karena pengolahan yang ada sekarang masih dalam skala UKM,” jelasnya.

​Upaya identifikasi perusahaan yang berminat melakukan hilirisasi kini menjadi prioritas dinas terkait. Transformasi industri ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal sekaligus menstabilkan harga jual kelapa di tingkat petani.

​Produksi yang mencapai 19.066 ton per tahun merupakan angka yang sangat seksi bagi dunia investasi. Jika dikelola dengan benar, produk turunan seperti santan kemasan atau arang aktif bisa menjadi komoditas unggulan baru.

​“Kami akan identifikasi dulu perusahaan atau investor nantinya yang berminat mengembangkan sektor ini,” tuturnya.

​Pemerintah juga menyadari bahwa petani membutuhkan pendampingan teknis agar standar kualitas buah sesuai dengan kebutuhan pabrikasi. Program pembinaan rutin pun mulai dipertajam untuk mendukung visi hilirisasi nasional ini.

​Jika investasi skala besar masuk, kesejahteraan masyarakat perkebunan di atas lahan 12.000 hektar tersebut diprediksi akan meningkat signifikan. Lombok Timur tidak boleh lagi hanya menjadi penonton saat daerah lain menikmati nilai tambah produknya.

​“Hilirisasi ini didorong untuk meningkatkan nilai jual produk berkualitas agar pendapatan petani kita naik,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU