DKP Lombok Timur Usulkan Budidaya Ikan Bioflok di Tujuh Lokasi Strategis

DKP Lombok Timur usulkan bantuan budidaya nila dan lele sistem bioflok di tujuh desa untuk menekan biaya pakan dan mendukung program makan bergizi gratis mulai Juni mendatang.

PorosLombok.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lombok Timur mengusulkan program bantuan budidaya ikan air tawar sistem bioflok untuk mendongkrak sektor perikanan darat. Rencana besar ini ditargetkan mulai berjalan pada Juni 2026 mendatang.

​Instansi terkait memfokuskan pengembangan pada komoditas nila dan lele guna memperkuat ketahanan pangan daerah. Selain produktivitas, langkah ini menjadi bagian strategis dalam menyokong kebutuhan distribusi program makan bergizi gratis bagi masyarakat.

​“Sistem bioflok ini dimaksudkan untuk membantu mengurangi biaya operasional pakan yang selama ini menjadi faktor penentu,” ujar Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Timur Muhammad Taswiruddin, Senin (27/4/2026).

​Taswiruddin menjelaskan bahwa teknologi ini memanfaatkan mikroorganisme atau bakteri baik yang nantinya dikonversi menjadi pakan alami bagi bibit ikan. Keunggulan tersebut secara otomatis akan memangkas pengeluaran rutin para pembudidaya lokal di lapangan.

​Pemerintah daerah telah memetakan tujuh titik potensial yang tersebar di wilayah Pijot, Kayu Jati, Denggen Timur, Pesanggrahan, Lendang Nangka, Pringgasela Induk, hingga Pringgasela Selatan. Penentuan lokasi merujuk pada ketersediaan sumber daya alam yang mumpuni.

​“Dari hasil kajian yang ada, pertumbuhan ikan dengan metode ini juga terbukti bisa jauh lebih cepat,” jelasnya.

​Koperasi Merah Putih ditunjuk sebagai motor penggerak yang akan mengelola operasional bantuan tersebut secara profesional. Pola manajemen satu pintu ini diharapkan mampu menjaga standarisasi mutu hasil panen agar sesuai dengan kebutuhan pasar industri maupun konsumsi.

​Calon penerima manfaat wajib memenuhi kriteria teknis berupa kepemilikan lahan minimal seluas 10 are. Persyaratan ini bersifat mutlak untuk memastikan instalasi kolam bioflok dapat tertata secara ideal tanpa mengganggu pemukiman warga sekitar.

​“Biaya pakan itu besar, nah dengan sistem bioflok ini diharapkan bisa sangat membantu mengurangi beban tersebut,” katanya.

​Ketersediaan pasokan air tawar yang stabil menjadi variabel penentu lainnya yang harus dipenuhi oleh kelompok pengelola di tujuh desa sasaran tersebut. Tim teknis dinas bakal melakukan verifikasi lapangan secara ketat guna menjamin keberlanjutan ekosistem budidaya.

​Melalui intervensi teknologi tepat guna, pemerintah optimis kesejahteraan ekonomi para peternak ikan di Lombok Timur akan mengalami peningkatan signifikan. Program ini juga diproyeksikan menjadi percontohan bagi pengembangan sektor perikanan darat di wilayah lainnya.

​“Target kami program ini bisa segera terlaksana agar pengembangan budidaya ikan air tawar kita semakin masif,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU