Polisi Telisik Dapur MBG Buntut Keracunan Massal 51 Warga Pringgasela

Polisi memberikan atensi penuh terhadap kasus dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis di Pringgasela yang menyebabkan 51 warga menjalani perawatan medis.

PorosLombok.com – Aparat kepolisian kini membidik pertanggungjawaban pengelola Dapur SPPG Yayasan Bersatu Berjuang Menang NTB terkait insiden keracunan massal yang menimpa puluhan siswa di wilayah Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur.

​Penyidik mulai mengumpulkan bukti-bukti teknis mengenai standar higienitas pengolahan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi para korban. Langkah ini diambil guna mengungkap penyebab pasti lonjakan kasus yang menyasar pelajar sekolah dasar tersebut.

​”Kami bersama instansi terkait masih melakukan pendalaman, termasuk mengecek proses penyajian serta pihak yang bertanggung jawab,” ujar Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, Senin (27/04/2026).

​Kholid menegaskan bahwa polisi tidak akan mentoleransi adanya kelalaian dalam distribusi pangan yang menyasar anak-anak sekolah. Unit Intelkam telah diterjunkan untuk memonitor perkembangan situasi di Puskesmas Pengadangan guna mengawal para korban terdampak.

​”Anggota langsung mendata korban serta memastikan seluruh siswa dan warga mendapat penanganan cepat dari tim medis,” katanya.

​Pihak kepolisian menaruh perhatian khusus pada kasus ini lantaran jumlah korban melonjak drastis dari 35 menjadi 51 orang dalam waktu singkat. Data kepolisian menyebutkan tambahan 16 korban baru terdeteksi mengalami gejala klinis serupa pada Sabtu pagi.

​”Kami pastikan seluruh jajaran memberikan atensi penuh agar sumber persoalan ini segera terungkap secara terang benderang,” tegasnya.

​Fokus penyelidikan mengarah pada rantai distribusi makanan dari dapur produksi hingga sampai ke tangan para siswa di Jurit Baru. Polisi juga memeriksa kaitan insiden ini dengan adanya korban dari kalangan masyarakat umum dan seorang wali murid yang tengah hamil.

​”Tujuh orang masih rawat inap, termasuk lima siswa, satu warga umum, dan satu ibu hamil yang perlu pemantauan intensif,” ujarnya.

​Tim medis bersama polisi terus mewaspadai munculnya gejala toksisitas lanjutan seperti muntah dan pusing yang dialami para pelajar. Pengawasan ketat di fasilitas kesehatan terus dilakukan untuk mencegah terjadinya kondisi fatal pada pasien yang sedang diobservasi.

​”Situasi saat ini tetap kondusif sembari kami menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terkait sampel makanan yang dikonsumsi para korban,” jelasnya.

​Polda NTB berkomitmen menuntaskan investigasi ini agar program pemenuhan gizi anak bangsa tetap berjalan aman tanpa dihantui risiko keracunan. Penegakan standar keamanan pangan menjadi catatan penting kepolisian bagi seluruh penyedia jasa boga di wilayah tersebut.

​”Langkah investigasi ini menjadi bagian dari pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di lokasi lain,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU