PorosLombok.com – Kantor Cabang Bulog Lombok Timur menyiagakan sedikitnya 30.000 ton beras siap salur sebagai instrumen utama untuk mengintervensi pasar dan menekan potensi lonjakan harga pangan di tingkat konsumen.
Langkah pengamanan stok ini menjadi sangat krusial di tengah masa panen raya guna memastikan ketersediaan pasokan tetap stabil. Bulog berkomitmen menjaga keseimbangan antara harga yang layak bagi petani dan harga yang terjangkau bagi masyarakat luas.
”Untuk saat ini di gudang Lombok Timur sendiri secara keseluruhan tuh kita punya stok 30.000 ton beras siap salur,” ujar Kepala Cabang Bulog Lombok Timur Wida Pusparanti, Senin (27/4/2026).
Wida menjelaskan bahwa ketersediaan stok yang melimpah ini merupakan bentuk garansi pemerintah bahwa kebutuhan pangan masyarakat akan terpenuhi dalam jangka panjang. Monitoring terhadap pergerakan harga pasar terus dilakukan secara ketat setiap hari.
Penyerapan hasil panen petani terus dipacu hingga mencapai target maksimal sebesar 45.000 ton setara beras. Saat ini, realisasi pengadaan telah menyentuh angka 45 persen dan diprediksi akan terus meningkat tajam dalam beberapa pekan ke depan.
”Sampai saat ini kita di Lombok Timur sudah mencapai target 45 persen dari target kami 45.000 ton setara beras,” jelasnya.
Wida menekankan bahwa Bulog hadir sebagai penyangga untuk mencegah jatuhnya harga gabah di tingkat petani akibat melimpahnya pasokan saat panen raya. Penyerapan dilakukan secara terukur sesuai dengan koridor Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang berlaku.
Upaya jemput bola dan koordinasi dengan mitra penggilingan diperkuat untuk meminimalkan keterlibatan spekulan yang sering mempermainkan harga. Kehadiran Bulog di lapangan memberikan rasa aman bagi para pelaku usaha tani lokal.
”Kami sudah mencapai 45 persen dan terus berproses seiring dengan saat ini sedang memasuki masa-masa panen,” katanya.
Optimalisasi infrastruktur gudang juga dilakukan demi memastikan kualitas beras yang disimpan tetap dalam kondisi prima. Hal ini dilakukan agar saat intervensi pasar dilakukan melalui operasi pasar, masyarakat mendapatkan beras dengan mutu yang terjamin.
Wida optimistis bahwa dengan strategi penyerapan yang masif, ketahanan stok pangan di Lombok Timur akan tetap kokoh hingga akhir tahun. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh hasil jerih payah petani lokal dapat tertampung secara adil.
”Jadi terus kami upayakan berbagai upaya-upaya untuk bisa menyerap secara optimal,” pungkasnya.*















